PMKRI Jakarta Pusat Gelar Aksi, Tiga Salib Merah Jadi Simbol Kritik terhadap Pemerintah

PMKRI Jakarta Pusat Gelar Aksi.(poto/ist)

Jakarta, Satuju.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa membawa tiga salib berwarna merah berukuran besar yang menjadi simbol utama demonstrasi mereka.

Kehadiran tiga salib merah itu menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Simbol tersebut dibawa oleh para peserta aksi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai tengah dihadapi bangsa.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jony Anustae, menjelaskan bahwa salib merah yang dibawa dalam aksi tersebut tidak dimaksudkan sebagai simbol keagamaan semata. Menurutnya, simbol itu merepresentasikan bentuk perlawanan terhadap berbagai kebijakan dan kondisi sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Salib merah yang kami bawa bukan hanya simbol religius, tetapi juga simbol perlawanan atas berbagai persoalan yang sedang terjadi di Indonesia saat ini," ujar Yohanes di sela-sela aksi.

Dalam demonstrasi tersebut, massa PMKRI menyampaikan sejumlah kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menyoroti berbagai isu yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi, kesejahteraan rakyat, hingga ruang demokrasi dan partisipasi publik.

Para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi di depan massa. Mereka menegaskan pentingnya pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas serta mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain membawa tiga salib merah, massa juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan serta kritik terhadap kebijakan pemerintah. Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

PMKRI menegaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Mereka berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Aksi unjuk rasa berlangsung secara damai hingga selesai. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan pernyataan sikap mereka kepada publik.