Kadal Taichung, PMI Banyumas yang Viral di Taiwan Berkat Konten Kocak Campuran Jawa-Mandarin
Deni.(poto/ist)
Banyumas, Satuju.com - Nama Kadal Taichung semakin dikenal publik setelah content creator asal Banyumas tersebut sukses membangun popularitas di Taiwan melalui konten-konten hiburan yang mengangkat keseharian pekerja migran Indonesia (PMI).
Pria bernama Deni, warga Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, itu berhasil menarik perhatian warganet berkat gaya bicara unik yang memadukan bahasa Jawa dan Mandarin. Kontennya yang menghibur membuat namanya semakin populer di kalangan komunitas Indonesia di Taiwan.
Popularitas Kadal Taichung terlihat dari jumlah pengikut di media sosial. Akun Instagram @kadal_taichung memiliki 68,8 ribu pengikut. Sementara akun TikTok dengan nama yang sama diikuti 65,6 ribu pengguna. Adapun akun Facebook Kadal Taichung telah mengumpulkan sekitar 70 ribu pengikut.
Deni menjelaskan nama "Kadal Taichung" lahir dari istilah "dasar kadal" yang sempat ramai di media sosial. Sementara kata Taichung diambil dari nama kota tempat dirinya bekerja dan menetap selama berada di Taiwan.
Selama delapan tahun menjadi pekerja migran di Taiwan, Deni mengaku belum sepenuhnya menguasai bahasa Mandarin. Dalam aktivitas sehari-hari, ia lebih sering menggunakan bahasa isyarat saat berkomunikasi dengan mandor maupun majikan. Sesekali, ia juga mencampurkan bahasa Indonesia, Jawa, dan beberapa kosakata Mandarin yang dikuasainya.
Keunikan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Slogan khas yang sering diucapkannya, “Cintien hau pu hau... mingtien pu cetau,” kini dikenal luas oleh para pengikutnya.
Berkat popularitas yang terus meningkat, Deni tidak hanya memperoleh pendapatan dari monetisasi konten media sosial. Ia juga kerap menerima undangan sebagai bintang tamu dalam berbagai acara hiburan dan kegiatan komunitas Indonesia di Taiwan.
Meski telah meraih kesuksesan sebagai kreator konten, Deni tetap menyimpan impian besar. Ia berharap dapat kembali ke Indonesia dengan membawa keberhasilan, membangun usaha sendiri, serta mengajak sang kekasih melangkah ke jenjang pernikahan.
