Nama Gibran Hilang di Aksi Pendukung MBG, Muncul Spekulasi Soal Relasi Prabowo-Gibran

Foto AI hanya ilustrasi, HILANG NAMA GIBRAN DI BARISAN PENDUKUNG PRABOWO.(poto/ist/Rosadi jamani)

Satuju.com - Nama Gibran hilang dari berbagai atribut dalam aksi dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Fenomena tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai dinamika hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sorotan publik terhadap pasangan Prabowo-Gibran sebelumnya meningkat setelah Gibran menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar demonstrasi dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Dalam pertemuan itu, Gibran mendengarkan tuntutan mahasiswa dan berjanji meneruskannya kepada Presiden Prabowo.

Belum reda perbincangan mengenai langkah politik putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut, aksi dukungan terhadap Program MBG kembali menjadi perhatian. Massa yang mengatasnamakan petani, pedagang, dan masyarakat pendukung program itu menegaskan pentingnya keberlanjutan MBG.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menilai program tersebut memberi dampak langsung bagi sektor pertanian. Menurutnya, MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, tetapi juga membuka pasar bagi hasil panen petani.

Dalam aksi tersebut, berbagai spanduk dan seruan dukungan lebih banyak menonjolkan nama Presiden Prabowo Subianto.

"Terima Kasih Bapak Prabowo."

"Dukung Program Prabowo."

"Hidup Prabowo."

Tidak tampaknya nama Gibran dalam berbagai atribut aksi kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat dan warganet. Sebab, pemerintahan saat ini merupakan hasil kerja politik pasangan Prabowo-Gibran yang memenangkan Pilpres 2024.

Sejumlah pihak menilai fenomena tersebut bisa saja sekadar bentuk apresiasi terhadap program yang identik dengan Presiden Prabowo. Namun, sebagian lainnya melihat adanya kemungkinan pertarungan narasi mengenai figur yang lebih dominan dalam pemerintahan.

Pengamat politik independen Rosadi Jamani menyebut belum ada bukti yang menunjukkan adanya keretakan hubungan antara Prabowo dan Gibran. Meski demikian, ia menilai politik kerap menghadirkan sinyal melalui simbol-simbol yang terlihat sederhana.

"Belum ada bukti, kongsi mereka retak. Belum ada perang terbuka. Namun politik sering memberi petunjuk lewat detail-detail kecil yang tampak sepele. Kadang sejarah tidak dimulai dari pidato besar atau rapat rahasia. Kadang semuanya dimulai dari satu nama yang tiba-tiba menghilang dari spanduk, lalu membuat seluruh negeri bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang sedang dipersiapkan untuk menjadi bintang utama pada episode berikutnya," tulis Rosadi Jamani.

Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang menunjukkan adanya perbedaan sikap antara Prabowo dan Gibran. Namun, hilangnya nama wakil presiden dalam sejumlah atribut aksi pendukung MBG terus menjadi perbincangan di ruang publik dan media sosial.