Polemik Hak Siar Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Dirut TVRI Ikut Disorot

Foto AI hanya ilustrasi, POLEMIK HAK SIAR PIALA 2026.(poto/ist/Lhynaa Marlynaa)

Satuju.com - Polemik hak siar Piala Dunia 2026 yang diupayakan TVRI terus memicu perhatian publik. Selain besarnya anggaran yang disebut mencapai Rp1,3 triliun, sorotan kini mengarah kepada Direktur Utama TVRI, Fiki Satari.

Perbincangan mengenai Dirut TVRI Piala Dunia 2026 ramai di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan rekam jejak Fiki sebelum memimpin lembaga penyiaran publik tersebut. Ada pula unggahan yang menyoroti minimnya pengalaman langsung di bidang penyiaran dan jurnalistik, serta mengaitkan posisinya dengan hubungan kekerabatan dengan Raffi Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden.

"Sorotan tersebut memunculkan beragam respons. Sebagian netizen mempertanyakan proses penunjukan pimpinan TVRI, terutama di tengah penggunaan dana publik untuk pengadaan hak siar ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Mereka menilai keterbukaan dalam pengelolaan anggaran menjadi hal penting yang harus dijelaskan kepada masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran nasional.

Di sisi lain, sebagian pihak berpandangan bahwa seorang pejabat seharusnya dinilai berdasarkan kinerja selama menjabat, bukan semata karena hubungan keluarga maupun latar belakang politik. Penilaian, menurut pandangan tersebut, perlu didasarkan pada capaian, tata kelola, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga kini, diskusi terkait TVRI dan pengadaan hak siar Piala Dunia 2026 masih berkembang di media sosial. Publik terus menaruh perhatian terhadap tata kelola lembaga penyiaran itu, mulai dari penggunaan anggaran, mekanisme pengambilan keputusan, hingga independensi TVRI sebagai media publik nasional.

Di tengah derasnya perdebatan, tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga negara kembali mengemuka.


BERITA TERKAIT