Marquez Tembus Lima Besar di Hari Pertama MotoGP Ceko, Ducati Minta Sang Juara Tahan Ambisi
Marc Marquez (poto/ist)
Jakarta, Satuju.com – Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menutup hari pertama MotoGP Ceko 2026 di posisi kelima setelah kalah cepat dari sejumlah rivalnya pada sesi latihan di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Jumat (19/6/2026). Meski sempat menunjukkan performa menjanjikan, kondisi fisik pascaoperasi membuat tim meminta sang juara bertahan untuk tidak memaksakan diri.
Marquez mencatatkan waktu terbaik 1 menit 51,988 detik dan tertinggal 0,253 detik dari pembalap Trackhouse Racing, Ai Ogura, yang tampil mengejutkan dengan menjadi yang tercepat pada sesi practice.
Sebelumnya, Marquez sempat menunjukkan dominasinya dengan memecahkan catatan waktu tercepat di Brno hanya dalam 15 menit sesi latihan bebas pertama (FP1). Ia juga menjadi pembalap pertama yang mampu menembus waktu 1 menit 51 detik di lintasan tersebut.
Namun saat berusaha mempertajam catatan waktunya menjelang akhir sesi practice, langkah Marquez justru ditahan oleh Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi. Keputusan itu diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap kondisi fisik pembalap asal Spanyol tersebut yang baru saja pulih dari operasi bahu dan kaki beberapa waktu lalu.
"Mereka mengkhawatirkan saya. Mereka tahu kondisi fisik saya dan saat itu belum waktunya untuk menekan terlalu keras," ujar Marquez seperti dikutip GPone.com.
Meski berhasil meraih kemenangan pada seri sebelumnya di Hungaria, Marquez mengakui proses pemulihan fisiknya masih berlangsung. Bahkan pada hari pertama di Brno, ia sempat mengalami dua kali kecelakaan, masing-masing pada sesi FP1 dan practice.
Menurut Marquez, insting balapnya masih sangat kuat, tetapi kondisi tubuhnya belum sepenuhnya mampu mengikuti apa yang diinginkan pikirannya di atas motor.
"Mereka adalah orang-orang pertama yang ingin melindungi saya dan membantu saya berkembang sedikit demi sedikit. Tardozzi sangat memahami karakter saya," katanya.
"Namun ketika visor helm sudah tertutup dan saya mulai mendekati para pembalap terdepan, sangat sulit untuk menahan semangat dan insting sebagai seorang pembalap," lanjut enam kali juara dunia MotoGP itu.
Marquez juga mengakui masih belum menemukan ritme balapan yang ideal. Ia merasakan tekanan lebih besar pada lengan kanannya dibandingkan saat tampil di GP Hungaria, sehingga perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan konsistensi menjelang balapan utama.
"Tekanan pada lengan kanan saya terasa lebih besar dibandingkan di Hungaria. Besok kami harus fokus memperbaiki ritme karena di situlah kami masih tertinggal," ujarnya.
Sementara itu, ancaman terbesar Ducati pada akhir pekan ini tampaknya datang dari kubu Aprilia. Selain Ai Ogura yang tampil tercepat, Marco Bezzecchi dari tim pabrikan Aprilia juga menunjukkan performa kompetitif dengan menempati posisi kedua.
Marquez menilai kekuatan Aprilia saat ini tidak hanya berasal dari motor yang kompetitif, tetapi juga kualitas para pembalap yang mampu memaksimalkan potensinya.
"Bukan hanya motornya yang kuat, tetapi juga pembalapnya. Namun motor kami juga siap untuk menang," kata Marquez.
Meski belum sepenuhnya pulih, Marquez tetap memasang target realistis untuk sesi kualifikasi. Fokus utamanya adalah mengamankan posisi start di dua baris terdepan agar memiliki peluang lebih besar saat sprint race maupun balapan utama.
"Target kami adalah berada di dua baris terdepan saat kualifikasi. Saat ini kami berada di kelompok lima atau enam pembalap tercepat, dan itu menjadi tujuan utama kami pada akhir pekan ini," pungkasnya.
