Dokter Tifa Ungkap Kronologi Dirawat di RS Polri Usai Jalani Pemeriksaan dan Penahanan
Dokter Tifa Dalam kondisi lemah, ia harus dibantu putranya untuk berpindah dari tempat tidur IGD ke kursi roda.(poto/ist)
Satuju.com - Dokter Tifa dirawat RS Polri Kramat Jati setelah mengalami serangan GERD yang disebutnya kambuh akibat rangkaian aktivitas panjang sejak pagi hingga malam saat menjalani pemeriksaan hukum pada Juni 2026.
Melalui keterangan yang dibagikannya, Dokter Tifa mengungkap momen saat dirinya dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuju ruang perawatan pada 19 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam kondisi lemah, ia harus dibantu putranya untuk berpindah dari tempat tidur IGD ke kursi roda.
"Catat ya: dibawa dari IGD ke Mobil Tahanan!" tulisnya.
Menurut Tifa, kondisi kesehatannya menurun setelah sejak pukul 06.00 WIB dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa sempat sarapan. Setelah itu, ia mengikuti proses yang disebutnya sebagai "ujian disertasi" di hadapan sejumlah profesor dan doktor dengan pengawalan aparat kepolisian.
Usai menjalani proses tersebut, Tifa mengaku kembali menghadapi tahapan administrasi dan penahanan yang berlangsung hingga melewati waktu makan siang. Ia menyebut tidak memiliki kesempatan untuk makan dengan layak selama aktivitas tersebut berlangsung.
Baru menjelang Magrib, seorang relawan diperbolehkan membawakan makanan ke ruang tahanan. Namun, makanan yang diterimanya berupa nasi Padang dengan cita rasa pedas yang menurutnya memperparah nyeri lambung.
Tifa menggambarkan serangan GERD yang dialaminya sebagai rasa sakit luar biasa di area lambung, dada, rahang hingga punggung. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, tes urine, rontgen dan elektrokardiogram (EKG), tim dokter memutuskan dirinya harus menjalani rawat inap.
Saat akan dipindahkan ke ruang perawatan, ia mengaku kesulitan berdiri karena nyeri yang hebat. Putranya kemudian membantu menggendongnya menuju kursi roda hingga ke ruang perawatan.
"Saya berusaha untuk duduk di tepi bed dan berdiri ternyata rasa nyeri luarbiasa hingga badan menggigil," ungkapnya.
Selama menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Tifa mendapat penanganan dari lima dokter spesialis yang berasal dari bidang penyakit dalam, jantung, paru, infeksi dan gastroenterologi.
Setelah tiga malam menjalani perawatan intensif, kondisi kesehatannya berangsur membaik. Tifa menyebut dirinya sudah cukup kuat untuk berdiri saat diserahkan kepada pihak kejaksaan pada 21 Juni 2026.
Ia juga menanggapi sejumlah komentar yang meragukan kondisi kesehatannya setelah terlihat lebih bugar usai keluar dari rumah sakit.
"Kalau tiga malam di rawat lalu saya masih pakai kursi roda juga itu artinya saya dirawat Dokter abal-abal!" tulisnya.
Di akhir keterangannya, Tifa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang menangani dirinya selama menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.
"Terimakasih kepada Dr Mya, Dr Huda, Dr Donna, Dr Toto, Dr Haris, dan segenap Tenaga Kesehatan RS POLRI Kramat Jati. Anda semua profesional dan excellent!" ujarnya.
