Ketua Umum KAMMI 2026 Resmi Dijabat Amri Akbar, Fokus Bangun Organisasi Inklusif

Amri Akbar resmi terpilih sebagai Ketua Umum KAMMI 2026-2028.(poto/ist)

Amri Akbar resmi terpilih sebagai Ketua Umum KAMMI 2026-2028. Ia mengajak seluruh kader bersatu dan membangun organisasi yang inklusif.

AMBON, Satuju.com - Ketua Umum KAMMI 2026 resmi dijabat Amri Akbar setelah ditetapkan dalam Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Asrama Haji Ambon, Maluku. Forum yang berlangsung pada 22–28 Juni 2026 itu mengusung tema "Meneguhkan Kepemimpinan Mahasiswa Muslim untuk Indonesia Maritim yang Berkeadilan dan Berdaulat."

Penetapan Amri Akbar dilakukan melalui mekanisme persidangan yang dipimpin Hamzan. Dalam sidang tersebut, peserta juga menetapkan Syafrul Ardi, Nugra Ferdino, Herianto, dan Imron sebagai Mide Formatur.

Sementara itu, Wira Putra, Akhir Rangkuti, M. Fachry, dan Fathiyakan Abdullah dipercaya menjadi anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP).

Dalam pidato perdananya, Amri menegaskan komitmennya membangun KAMMI sebagai organisasi yang nyaman dan terbuka bagi seluruh kader.

"Saya ingin KAMMI menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh kader. Rumah yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga tempat bertumbuh, berproses, dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan bangsa," ujar Amri.

Ia menilai masa depan organisasi bergantung pada kontribusi seluruh kader, bukan hanya segelintir orang.

"Hari ini kita sebagai kader KAMMI ibarat sebuah pulpen. Tinta sejarah ada di tangan kita. Kita yang menentukan cerita apa yang akan ditulis untuk masa depan KAMMI. Apakah kita ingin meninggalkan jejak perubahan atau sekadar menjadi penonton dalam perjalanan sejarah, semuanya bergantung pada pilihan dan kerja keras kita hari ini."

Amri juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pandangan dalam organisasi.

"Kita boleh berbeda cara, berbeda pendekatan, bahkan berbeda sikap dalam menyikapi isu-isu tertentu. Tetapi selama prinsip perjuangan kita sama, selama orientasi kita tetap untuk kemajuan umat, bangsa, dan organisasi, maka perbedaan itu adalah kekuatan, bukan ancaman."

Menurutnya, kepemimpinan KAMMI ke depan harus memberi ruang lebih luas bagi pengurus di seluruh daerah untuk berkembang tanpa menghilangkan kesamaan visi organisasi.

"Saya ingin memastikan bahwa KAMMI menjadi organisasi yang terbuka. Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah tidak harus selalu seragam dengan pusat dalam setiap pandangan. Yang kita bangun adalah kesamaan visi, bukan keseragaman berpikir. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu merawat perbedaan dan mengubahnya menjadi energi kemajuan."

Selain itu, Amri menempatkan kaderisasi sebagai agenda utama kepengurusannya. Ia berharap kader KAMMI mampu tampil memimpin di berbagai sektor strategis, mulai dari kampus, birokrasi, dunia usaha hingga lembaga sosial.

"Fokus utama kita ke depan adalah melahirkan kader-kader pemimpin. Kita ingin kader KAMMI hadir dan memimpin di berbagai sektor strategis, baik di kampus, birokrasi, dunia usaha, lembaga sosial, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya."

Ia juga mengajak kader mengembalikan tradisi kepemimpinan KAMMI di lingkungan perguruan tinggi.

"Kita harus mengembalikan kejayaan KAMMI sebagai rahim kepemimpinan mahasiswa Indonesia. Kita ingin kembali melihat kader-kader KAMMI memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa di berbagai kampus, memimpin gerakan intelektual, dan menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat."

Menutup pidatonya, Amri mengajak seluruh kader mengakhiri dinamika yang terjadi selama Muktamar dan kembali bersatu.

"Kompetisi telah selesai. Hari ini tidak ada lagi kelompok A atau kelompok B. Yang ada adalah KAMMI. Yang ada adalah cita-cita besar untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Mari kita rapatkan barisan, satukan langkah, dan bergerak bersama menjemput masa depan KAMMI yang lebih besar."


BERITA TERKAIT