Hotman Paris Desak Presiden Pecat Komnas Perempuan Usai Soroti Kasus Juvita

Foto Ai hanya ilustrasi, HOTMAN PARIS GERAM minta PRESIDEN pecat WANITA INI!.(poto/ist/Andrian Saputra)

Satuju.com - Hotman Paris Komnas Perempuan menjadi sorotan setelah pengacara kondang itu meluapkan kemarahannya terhadap pernyataan Komnas Perempuan mengenai kasus kematian Juvita. Melalui video yang beredar di media sosial pada Sabtu (28/6/2026), Hotman meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot pejabat Komnas Perempuan yang dinilai tidak berpihak kepada korban.

Dalam pernyataannya, Hotman mempertanyakan penilaian Komnas Perempuan yang disebutnya menyatakan kondisi yang dialami Juvita bukan merupakan penyiksaan.

"Halo Komnas Perempuan! Dini hari, saya lihat medsos, aku benar-benar geram, marah sama kamu. Bagaimana kau bisa mengatakan bahwa yang dialami oleh Juvita bukan penyiksaan? Kepalanya penuh luka, penuh belatung, infeksi, itu bukan penyiksaan? Kepalanya penuh luka, penuh belatung, infeksi, itu bukan penyiksaan? Bibirnya disayat, itu bukan penyiksaan?"

Hotman kemudian menyoroti luka-luka yang dialami korban dan mempertanyakan sikap lembaga yang bertugas melindungi hak-hak perempuan.

"Eh, Komnas Perempuan, entah siapa namamu, kalau bibirmu disayat itu penyiksaan atau apa? Disayat-sayat. Kalau habis disayat, kepala kamu digebukin pakai helm, luka, dikunci, apa itu bukan penyiksaan? Padahal kan tugasmu untuk melindungi perempuan. Kamu dibayar dari pajak yang kita bayar! Perutmu itu diisi oleh makanan yang dibeli dari gaji... yang dibeli dari pajak yang kita bayar. Bulan ini saya berapa miliar saya bayar pajak PPN, dan itu akan dipakai oleh negara antara lain membayar gajimu untuk mengisi perutmu!"

Tak hanya mengkritik Komnas Perempuan, Hotman juga meminta DPR segera memanggil pejabat terkait untuk memberikan penjelasan atas pernyataan tersebut.

"Halo DPR, mohon segera ini pejabat segera dipanggil hari Senin. Halo Bapak Presiden, ini Komnas Perempuan dipecat! Sangat tidak pantas. Padahal tugasnya kan melindungi perempuan. Benar-benar, masa bukan penyiksaan? Bibirnya disayat, digunting, kepalanya penuh luka, penuh belatung, penuh infeksi, dikunci berhari-hari, berbulan-bulan."

Di akhir pernyataannya, Hotman mengaku menyampaikan kritik tersebut saat berada di Singapura. Ia kembali mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang dimaksud.

"Benar-benar kalau saya ketemu kamu, saya nggak tahu... mau ngapain. Saya mau marah bener sama kamu, marah bener. Marah bener ya. Saya banyak lihat medsos, walaupun saya jauh ada di Singapura sekarang ini ya. Benar-benar Bapak Presiden, Bapak Presiden Prabowo, pecat ini orang! Pecat ini orang! Salam Hotman Paris."

Pernyataan tersebut memicu perhatian publik di media sosial dan menambah sorotan terhadap penanganan kasus Juvita serta respons lembaga negara dalam menyikapi dugaan kekerasan terhadap perempuan.


BERITA TERKAIT