Polemik Ijazah Jokowi, Rismon Disorot Usai Kritik Roy Suryo dan Dokter Tifa
Rismon Hasiholan Sianipar.(poto/ust/ERIZAL)
Polemik ijazah Jokowi kembali memanas setelah Rismon Hasiholan Sianipar mengkritik Roy Suryo dan Dokter Tifa. Kritik tersebut memicu sorotan baru.
Satuju.com - Polemik ijazah Jokowi kembali menjadi perhatian publik setelah muncul kritik terhadap sikap Rismon Hasiholan Sianipar yang kini mempertanyakan kapasitas Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam meneliti keaslian ijazah Presiden Joko Widodo.
Dalam pandangan yang disampaikan penulis, Rismon dinilai mengubah sikap dibandingkan posisinya sebelumnya. Jika dahulu menggunakan klaim sebagai peneliti dalam polemik tersebut, kini ia justru mempertanyakan status Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai peneliti karena dianggap tidak memiliki rekam jejak penelitian yang memadai.
Penulis kemudian mempertanyakan apakah penelitian terkait keaslian ijazah Jokowi hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki rekam jejak sebagai peneliti. Menurutnya, Roy Suryo dan Dokter Tifa tetap memiliki hak untuk melakukan kajian karena keduanya memiliki latar belakang akademik.
Selain itu, penulis juga mempertanyakan apakah penelitian mengenai ijazah Jokowi harus berhenti apabila Rismon tidak lagi melanjutkan kajiannya. Dalam tulisan tersebut, Rismon dinilai terlalu percaya diri saat mengkritik pihak lain.
Sorotan lain diarahkan pada janji Rismon yang sebelumnya menyebut akan menerbitkan buku sebagai tanggapan terhadap buku Jokowi's White Paper dan Gibran End Game. Penulis mempertanyakan sejauh mana realisasi janji tersebut.
Tulisan itu juga menyinggung persoalan ijazah akademik Rismon di Yamaguchi, Jepang. Penulis mempertanyakan alasan Rismon mengkritik penelitian Roy Suryo dan Dokter Tifa, sementara menurutnya persoalan terkait ijazah Rismon sendiri belum tuntas dijelaskan.
"Kapan negeri ini akan maju, kalau orang-orang yang tak tahu diri masih berkeliaran dan berani tampil, seolah-olah sebagai pahlawan, padahal hanya seorang pecundang belaka. Tak tahu lagi apa yang harus disebut melihat fenomena ini." (ERIZAL)
