Pemkab Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026, Targetkan Zero Rabies pada 2027

Pemkab Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

Bengkalis, Satuju.com – Pemerintah Kabupaten Bengkalis resmi memulai Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian rabies di daerah. Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan serentak se-Provinsi Riau tersebut digelar di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis, Kamis (2/7/2026).

Pelaksanaan vaksinasi massal ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan penyebaran rabies, penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa apabila tidak ditangani secara cepat.

Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, mengatakan program vaksinasi massal merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga populasi hewan penular rabies tetap terkendali.

"Kegiatan ini menjadi langkah nyata pengendalian rabies melalui vaksinasi massal di wilayah endemis. Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan," ujar Johan dalam sambutannya.

Ia mengimbau masyarakat yang memelihara hewan seperti anjing, kucing, maupun primata agar memanfaatkan program vaksinasi rabies gratis yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran rabies sekaligus melindungi kesehatan hewan dan manusia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DTPHP Kabupaten Bengkalis, Supandi, menjelaskan bahwa Bulan Vaksinasi Rabies 2026 menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendukung target Zero Rabies Tahun 2027.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan sebanyak 2.500 dosis vaksin rabies sepanjang tahun 2026. Hingga Juni 2026, sebanyak 623 dosis atau sekitar 24,90 persen telah diberikan kepada hewan penular rabies.

Supandi mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 tercatat terdapat 229 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Bengkalis. Meski demikian, dari jumlah tersebut hanya dua kasus yang terkonfirmasi positif rabies.

"Jumlah kasus positif tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Ini membuktikan program vaksinasi mulai memberikan hasil nyata," kata Supandi.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan cakupan vaksinasi, edukasi kepada masyarakat, serta penanganan cepat terhadap kasus gigitan hewan mulai memberikan dampak positif dalam menekan penyebaran rabies di Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah daerah berharap pelaksanaan Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas rabies.

Kegiatan kick off ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Perkebunan Dahen Tawakal, Tim Percepatan Pembangunan Daerah Yuhelmi, Kepala Satuan Pelayanan Pelabuhan Bengkalis BKHIT Riau drh. Muhammad Genta, para dokter hewan, petugas kesehatan hewan, serta komunitas pecinta satwa di Kabupaten Bengkalis.