Jangan Anggap Sepele, Badan Lemas Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Ilustrasi keadaan seseorang badan lemas.(poto/net)

Satuju.com – Hampir setiap orang pernah mengalami badan terasa lemas. Kondisi ini sering dianggap sebagai akibat kelelahan atau kurang tidur. Padahal, dalam dunia medis, badan lemas atau asthenia dapat menjadi gejala berbagai gangguan kesehatan, mulai dari yang ringan hingga penyakit serius yang membutuhkan penanganan segera.

Saat mengalami asthenia, seseorang akan merasakan penurunan kekuatan tubuh sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Penderita harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk bergerak, berjalan, bahkan sekadar mengangkat lengan atau berdiri.

Pada sebagian orang, rasa lemas hanya muncul pada bagian tubuh tertentu, seperti lengan atau kaki. Namun, tidak sedikit pula yang merasakan kelemahan hampir di seluruh tubuh. Kondisi ini bahkan dapat disertai tremor, kedutan otot, sulit menggerakkan anggota tubuh, hingga gangguan keseimbangan.

Penyebab Badan Lemas Sangat Beragam

Para ahli membagi penyebab badan lemas menjadi dua kelompok besar, yakni faktor psikologis dan faktor fisik.

1. Faktor psikologis

Gangguan kesehatan mental dapat memengaruhi energi dan kekuatan tubuh seseorang. Beberapa kondisi yang sering menyebabkan badan terasa lemas antara lain:

Depresi
Gangguan kecemasan
Stres berkepanjangan
Kondisi berduka
Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia

Pada kondisi ini, rasa lemas biasanya muncul bersamaan dengan hilangnya semangat, gangguan konsentrasi, hingga sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Faktor fisik

Selain masalah psikologis, berbagai penyakit maupun kondisi medis juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan energi, di antaranya:

Dehidrasi
Kehamilan
Kurang tidur, insomnia, sleep apnea, atau justru tidur berlebihan
Influenza
Kehilangan banyak darah saat menstruasi
Hipoglikemia (gula darah rendah)
Kekurangan gizi
Anemia
Hipotiroidisme
Fibromyalgia
Rheumatoid arthritis
Diabetes tipe 2
Stroke
Penyakit jantung
Kanker
Rhinitis alergi
Kebiasaan mengonsumsi alkohol
Efek samping obat-obatan, seperti obat flu, antihistamin, obat penenang, maupun obat bius

Karena penyebabnya sangat beragam, badan lemas tidak boleh selalu dianggap sebagai kondisi yang normal.

Dokter Akan Mencari Penyebabnya Terlebih Dahulu

Apabila keluhan berlangsung terus-menerus, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan dapat meliputi wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes darah, tes urine, hingga pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau MRI bila diperlukan.

Setelah penyebab diketahui, pengobatan akan disesuaikan dengan penyakit yang mendasarinya.

Misalnya, penderita anemia dapat diberikan suplemen zat besi atau transfusi darah bila mengalami perdarahan berat. Pada pasien kanker, terapi dapat berupa kemoterapi. Sementara bila penyebabnya berkaitan dengan gangguan psikologis, dokter dapat merujuk pasien untuk menjalani konseling atau psikoterapi bersama psikiater maupun psikolog.

Gaya Hidup Sehat Membantu Memulihkan Energi

Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam mengatasi badan lemas.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

1. Tidur cukup sekitar 7–9 jam setiap malam.
2. Berolahraga secara rutin sesuai kemampuan.
3. Berhenti merokok.
4. Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
5. Minum air putih yang cukup setiap hari.
6. Mengurangi konsumsi gula berlebihan.
7. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
8. Menjaga hubungan sosial dan mengelola stres dengan baik.
9. Segera Periksa ke Dokter Bila Disertai Gejala Ini

Badan lemas yang muncul sesekali umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah beristirahat. Namun, kondisi ini perlu diwaspadai apabila disertai gejala tertentu yang dapat menandakan penyakit serius.

Segera cari pertolongan medis apabila badan lemas disertai:

1. Pusing berat.
2. Kelelahan yang muncul secara tiba-tiba.
3. Tubuh terasa sangat lelah selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
4. Tidak membaik meski sudah cukup beristirahat.
5. Mati rasa pada salah satu bagian tubuh.
6. Sulit menggerakkan tangan atau kaki.
7. Wajah tampak mencong atau sulit tersenyum.
8. Sulit berbicara.
9. Kebingungan mendadak.
10. Gangguan penglihatan secara tiba-tiba.
11. Sesak napas.
12. Penurunan kesadaran hingga pingsan atau koma.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda kondisi darurat, seperti stroke, gangguan jantung, atau penyakit serius lainnya yang memerlukan penanganan segera.

Apabila Anda sering mengalami badan lemas tanpa penyebab yang jelas atau keluhan terus berulang, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan apabila ternyata berkaitan dengan penyakit kronis.