Kontroversi Buku Alumni UGM, dr. Tifa Ungkap Tiga Poin yang Dipertanyakan
Foto Ai hanya ilustrasi, ANALISA TAJAM DOKTER TIFA UNGKAP 3 KEJANGGALAN.(poto/ist/Lhynaa Marlynaa)
Satuju.com - Kontroversi buku alumni UGM kembali menjadi perhatian publik setelah dr. Tifa memaparkan tiga poin yang menurutnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam dokumen yang disebut sebagai album alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Hingga kini, pandangan tersebut masih berupa analisis pribadi dan belum menjadi kesimpulan resmi.
Dalam pemaparannya, dr. Tifa menyoroti perbedaan perhitungan tahun yang tercantum pada sampul dokumen. Ia menyebut sampul memuat rentang tahun 1957–1988, sementara pada bagian bawah tertulis "Peringatan 25 Tahun". Menurutnya, selisih kedua tahun tersebut mencapai 31 tahun sehingga dinilai tidak selaras dengan keterangan yang tercantum.
Sorotan kedua berkaitan dengan penggunaan tahun 1957 sebagai awal rentang pada dokumen. dr. Tifa berpendapat bahwa Fakultas Kehutanan UGM secara resmi berdiri pada 1963. Karena itu, ia mempertanyakan alasan penggunaan tahun 1957 apabila dokumen tersebut merupakan arsip resmi.
Selain itu, dr. Tifa juga menyoroti biodata mahasiswa yang mencantumkan nama Joko Widodo. Dalam dokumen yang beredar, asal sekolah menengah atas tertulis SMA 6 Yogyakarta.
Menurut dr. Tifa, informasi tersebut tidak sesuai dengan data yang ia yakini benar. Ia menyatakan bahwa apabila biodata itu merujuk kepada Joko Widodo, maka asal sekolah yang semestinya tercantum adalah SMPP 40 Surakarta.
Berdasarkan tiga poin tersebut, dr. Tifa menyampaikan pendapat bahwa dokumen album alumni yang beredar patut dipertanyakan keasliannya. Namun demikian, klaim tersebut masih merupakan pandangan yang disampaikan dr. Tifa dan belum diverifikasi secara independen.
Keaslian dokumen pada akhirnya bergantung pada proses verifikasi oleh pihak yang berwenang serta bukti autentik yang dapat dipertanggungjawabkan.
