Dinkes Bengkalis Perkuat Sinergi Cegah Penyakit, DBD hingga Diabetes Masih Jadi Tantangan Utama
Rapat Koordinasi (Rakor), Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tingkat Kabupaten Bengkalis
Bengkalis, Satuju.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat melalui Rapat Koordinasi (Rakor), Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tingkat Kabupaten Bengkalis. Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 Juni 2026 itu menjadi forum strategis untuk menyusun langkah bersama dalam meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengendalian penyakit sepanjang tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM., MKM., yang diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan, Hj. Akna Juita, SE., saat membuka kegiatan pada Senin (22/6/2026), mengatakan rakor tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Kami berharap seluruh peserta memiliki motivasi yang tinggi mengikuti kegiatan ini sehingga mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang membawa kebaikan dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis," ujarnya.
Akna Juita menjelaskan, sektor kesehatan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain ancaman munculnya penyakit menular baru dan penyakit yang kembali merebak (re-emerging diseases), pemerintah juga dihadapkan pada meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM) yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Menurutnya, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit memiliki peran yang sangat strategis karena keberhasilan dalam mencegah dan mengendalikan penyakit akan berdampak langsung terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan tahun 2025, sejumlah penyakit masih menjadi perhatian utama di Kabupaten Bengkalis. Di antaranya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), tuberkulosis (TB), HIV, hipertensi, diabetes melitus, campak, difteri, pertusis, serta tetanus.
"Kondisi ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat," katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Akna Juita memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
Ia mengungkapkan, dari enam indikator SPM di bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, empat program berhasil mencapai target 100 persen selama tiga tahun berturut-turut, yakni layanan Tuberkulosis, HIV, Diabetes Melitus, dan Hipertensi pada periode 2023 hingga 2025.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa komitmen tenaga kesehatan di Kabupaten Bengkalis mampu menghasilkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Irawadi, SKM., MPH., menjelaskan bahwa rakor ini tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga sarana evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program P2P yang telah berjalan.
Menurutnya, peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, menyusun solusi melalui pendekatan lintas program, lintas bidang, dan lintas sektor, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga membahas sinkronisasi data pelaporan, penyusunan rencana kerja, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program kesehatan semakin efektif dan tepat sasaran.
"Kolaborasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan program pencegahan dan pengendalian penyakit. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," ujar Irawadi.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bengkalis, perwakilan RSUD dan rumah sakit swasta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta para camat.
Melalui rakor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis berharap sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga berbagai program pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih efektif. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, pemerintah optimistis mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang lebih sehat, produktif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit.
