Pemkab Bengkalis Jemput Dukungan Kemendikdasmen untuk Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Puting Beliung

Koordinasi dan konsultasi dengan Direktorat Sekolah Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

Jakarta, Satuju.com – Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana angin puting beliung yang melanda Kecamatan Bandar Laksamana. Atas arahan Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, S.Sos., MMP., Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis bergerak cepat melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Direktorat Sekolah Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), guna memperoleh dukungan penanganan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.

Koordinasi tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, S.T., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP, Muhammad Ikhwan Syuhada. Dalam pertemuan itu, Hadi menyerahkan secara langsung surat permohonan dari Bupati Bengkalis terkait dukungan pemerintah pusat untuk percepatan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas kerusakan sejumlah bangunan sekolah akibat angin puting beliung yang melanda Kecamatan Bandar Laksamana beberapa waktu lalu. Kerusakan fasilitas pendidikan dinilai perlu segera ditangani agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu dan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendapat sambutan positif dari Direktorat Sekolah Menengah Kemendikdasmen. Respons tersebut memberikan harapan bahwa proses pemulihan sekolah terdampak dapat segera dipercepat melalui dukungan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, mengatakan koordinasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan arahan Bupati Bengkalis agar penanganan dampak bencana di sektor pendidikan dapat segera direalisasikan.

"Kami ingin memastikan peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang aman dan nyaman. Karena itu, atas arahan Ibu Bupati, kami bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan sekolah terdampak bencana dapat segera ditindaklanjuti," ujar Hadi.

Menurutnya, pendidikan merupakan pelayanan dasar yang tidak boleh terhenti meskipun daerah sedang menghadapi bencana. Oleh karena itu, seluruh langkah yang diperlukan terus dilakukan agar proses rehabilitasi dapat berjalan secepat mungkin.

Hadi menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan kolaborasi tersebut, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan diharapkan dapat segera kembali beroperasi secara normal sehingga proses pembelajaran berlangsung tanpa hambatan.

"Harapan kami, dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat rehabilitasi sekolah sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh layanan pendidikan yang optimal," katanya.

Langkah jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, termasuk dalam kondisi darurat pascabencana. Selain berupaya memulihkan infrastruktur sekolah, pemerintah daerah juga memastikan hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan tetap terlindungi.

Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap proses rehabilitasi fasilitas pendidikan di Kecamatan Bandar Laksamana dapat segera terealisasi sehingga seluruh sekolah terdampak kembali berfungsi optimal dan kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti sediakala.