Miris! Abrasi Pulau Bengkalis Kian Ganas, Kebun Warga hingga Lapangan Bola Hilang Ditelan Laut

Abrasi Pulau Bengkalis semakin mengkhawatirkan. Kebun warga, lapangan bola, dan daratan terus hilang diterjang gelombang Selat Malaka.

BENGKALIS, Satuju.com - Abrasi Pulau Bengkalis kembali menyita perhatian publik setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan daratan di pesisir pulau itu terus hilang diterjang gelombang Selat Malaka. Kondisi yang terekam dalam video tersebut memperlihatkan dampak nyata abrasi yang semakin mengkhawatirkan dan mengancam ruang hidup masyarakat pesisir.

Video yang diunggah warga bernama Syamsul Khairi itu memperlihatkan garis pantai yang terus mundur. Pengikisan daratan disebut semakin cepat terjadi, terutama ketika musim angin membawa gelombang besar dari Selat Malaka.

"Entah berapa belas tahun lagi kondisi seperti ini akan terus berlangsung. Saat musim angin, gelombang dari Selat Malaka sangat kuat. Abrasi sudah sangat jauh masuk ke daratan," ungkapnya dalam video tersebut.

Kerusakan yang terjadi kini bukan lagi sebatas bibir pantai. Di sejumlah lokasi, abrasi telah menggerus daratan hingga beberapa kilometer. Tebing pesisir terus longsor, sementara lahan produktif warga perlahan menghilang setiap tahun.

Kebun-kebun yang dahulu menjadi sumber penghasilan masyarakat kini satu per satu jatuh ke laut. Pohon-pohon yang telah tumbuh puluhan tahun ikut tumbang karena tanah di bawahnya terus terkikis ombak.

Yang lebih memprihatinkan, sebagian lapangan sepak bola yang pernah menjadi pusat aktivitas warga kini telah berubah menjadi laut. Perubahan bentang alam itu menjadi bukti nyata bahwa abrasi terus mengikis Pulau Bengkalis dari waktu ke waktu.

Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berisiko mengganggu permukiman, infrastruktur, lahan pertanian, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Pulau Bengkalis memang menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang paling rentan terhadap abrasi karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Gelombang tinggi, arus laut yang kuat, serta berkurangnya vegetasi pelindung pantai membuat proses pengikisan daratan berlangsung semakin cepat.

Masyarakat berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan pengaman pantai, mulai dari pemecah gelombang, penguatan tebing pantai, hingga rehabilitasi hutan mangrove. Upaya mitigasi dinilai mendesak agar daratan Pulau Bengkalis tidak terus berkurang dan ancaman terhadap kehidupan warga dapat diminimalkan.

Video yang viral di media sosial itu sekaligus menjadi pengingat bahwa abrasi di Pulau Bengkalis bukan lagi sekadar ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.