Rp15,2 Miliar Digelontorkan: Proyek Renovasi Madrasah di Riau Tuai Sorotan, Masyarakat Desak PUPR dan BPK Turun Langsung
sejumlah fasilitas telah mengalami kerusakan. Cat dinding luar tampak mengelupas. (poto/ist/satuju.com)
PEKANBARU, Satuju.com - Audit Proyek Madrasah Riau menjadi tuntutan masyarakat setelah proyek rehabilitasi dan renovasi lima madrasah senilai lebih dari Rp15,2 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan, sehingga publik mendesak Kementerian PUPR dan BPK RI segera melakukan pemeriksaan langsung.
Proyek yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Provinsi Riau 1 itu mencakup pekerjaan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak. Berdasarkan data yang dihimpun, pekerjaan dilaksanakan PT Noval Cipta Flora dengan pengawasan CV Citra Tama Arsitek dalam masa kontrak selama 107 hari kalender.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut proyek tersebut meliputi rehabilitasi MAN 1 Pekanbaru, MAN 2 Pekanbaru, MTsN 2 Pekanbaru, MIN Pekanbaru, dan MAN 1 Siak.
Sumber itu juga mengungkap dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi RAB serta dugaan pekerjaan disubkontrakkan kepada pihak lain. Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak terkait.

Untuk memastikan informasi tersebut, tim jurnalis melakukan peninjauan ke MTsN 2 Pekanbaru pada Jumat (10/7/2026). Pihak sekolah membenarkan proyek telah selesai dikerjakan dan mencakup pembangunan toilet, rumah dinas kepala madrasah, pengadaan 140 unit meja kursi, laptop, pengecatan gedung, penggantian plafon, penataan atap, serta perbaikan sebagian instalasi listrik.
Namun, hasil pemantauan menunjukkan sejumlah fasilitas telah mengalami kerusakan. Cat dinding luar tampak mengelupas, sebagian plafon PVC terlihat longgar bahkan runtuh, sementara fasilitas toilet belum berfungsi optimal karena wastafel bermasalah dan keran air tidak mengalir.
Di sejumlah titik juga ditemukan plafon menggunakan kombinasi material PVC dan triplek, serta bagian atap belakang bangunan yang belum tersentuh perbaikan meski kondisinya telah rusak. Pada musala sekolah, plafon tampak bergelombang akibat pemasangan triplek yang tidak rapat.
Temuan tersebut mendorong masyarakat meminta Kementerian PUPR dan BPK RI Perwakilan Riau melakukan audit menyeluruh guna memastikan pelaksanaan proyek sesuai spesifikasi teknis dan penggunaan anggaran negara dilakukan secara akuntabel.
Hingga berita ini diterbitkan, Satker Pelaksana Prasarana Strategis (PPS) Provinsi Riau maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nugroho belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui WhatsApp dan telepon sejak Jumat (10/7/2026). Redaksi tetap membuka ruang hak jawab apabila pihak terkait ingin memberikan klarifikasi.
Alternatif judul yang berpotensi tinggi di Google Discover:
Rp15,2 Miliar untuk Renovasi Madrasah Riau, Temuan di Lapangan Bikin Publik Minta Audit
Baru Selesai Direhabilitasi, Fasilitas Madrasah Rp15,2 Miliar di Riau Sudah Rusak?
Proyek Madrasah Rp15,2 Miliar Disorot, Publik Minta PUPR dan BPK Periksa Langsung
Temuan di Proyek Renovasi Madrasah Riau Rp15,2 Miliar Tuai Sorotan, Audit Mendesak Dilakukan
Judul-judul tersebut tetap tajam dan menarik, namun menghindari menyatakan dugaan sebagai fakta sehingga lebih sesuai dengan kaidah jurnalistik dan mengurangi risiko hukum.
Proyek Renovasi Madrasah Riau, APBN 2025, MTsN 2 Pekanbaru, PHTC Riau, Audit Proyek
