Iran Ancam Balas Israel Jika Kembali Lakukan Serangan
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr
Teheran, Satuju.com – Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, melontarkan peringatan keras kepada Israel terkait kemungkinan serangan baru terhadap negaranya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Dalam pernyataannya pada Jumat (10/7/2026), Zolghadr menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons terhadap setiap serangan yang menyasar infrastruktur negara tersebut.
“Seperti yang sudah kami umumkan, setiap serangan terhadap infrastruktur akan dibalas,” kata Zolghadr seperti dikutip AFP.
Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan terhindar dari respons Iran apabila kembali melakukan tindakan yang dianggap mengancam keamanan negaranya.
“Rezim Zionis kriminal yang bertanggung jawab atas kekejaman ini tidak akan aman dari tanggapan para pejuang kami,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Situasi memanas usai Presiden AS Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran telah berakhir pada Rabu lalu.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, Trump menyatakan kesiapan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pada malam yang sama, militer AS dilaporkan melaksanakan operasi yang menyasar ratusan target di wilayah Iran.
Menurut laporan, sejumlah infrastruktur sipil, termasuk jembatan kereta api, turut menjadi sasaran serangan. Tindakan tersebut menuai sorotan karena terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab. Aksi saling serang tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, serangan untuk sementara dilaporkan telah dihentikan dan upaya negosiasi terkait nota kesepahaman antara kedua negara masih terus berlangsung.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah berlangsung sejak Februari lalu. Konflik tersebut disebut telah menimbulkan dampak besar bagi Iran, termasuk jatuhnya korban jiwa dari kalangan pimpinan negara.
