ORASI FATHIMAH AZZAHRA UI TANTANG PRABOWO SOAL SEJARAH
Orasi Fathimah Azzahra UI Soroti Pemerintahan, Tantang Prabowo: Ingin Dicatat di Sisi Rakyat atau Sebaliknya?
Poto Ai hanya ilustrasi, Orasi Fathimah Azzahra UI di Salemba menyoroti pemerintahan dan mempertanyakan posisi Prabowo dalam sejarah di hadapan rakyat.(poto/ist/Andrian Saputra)
Orasi Fathimah Azzahra UI di Salemba menyoroti pemerintahan dan mempertanyakan posisi Prabowo dalam sejarah di hadapan rakyat.
JAKARTA, Satuju.com - Orasi Fathimah Azzahra UI menjadi sorotan dalam aksi bertajuk "Salemba Berseru: Seni Lawan Tirani" yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia di halaman Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Dalam pidatonya, Wakil Ketua BEM UI itu melontarkan kritik terhadap jalannya pemerintahan sekaligus mempertanyakan keberpihakan para pemimpin kepada rakyat.
Di hadapan mahasiswa yang mengikuti aksi, Fathimah membuka orasinya dengan mempertanyakan tujuan kekuasaan yang dijalankan pemerintah saat ini.
"Hari ini kita masih menanyakan pertanyaan yang sama kepada rezim yang hari ini berkuasa, untuk siapa kalian berkuasa sebetulnya?"
Ia menilai pertanyaan tersebut belum pernah terjawab meski Indonesia telah melewati berbagai fase penting dalam sejarah, mulai dari Tritura hingga Reformasi.
"Dan 60 tahun sejak Tritura, yang juga sejarahnya dipahat di gedung ini, 28 tahun sejak Reformasi, pertanyaan itu ternyata masih belum terjawab, teman-teman, sampai hari ini. Berganti orang, berganti nama, tapi motifnya selalu kita pertanyakan," tegas Fathimah.
Menurutnya, mahasiswa akan terus menyuarakan kritik selama persoalan mendasar tersebut belum mendapatkan jawaban dari pemerintah.
"Dan ketika ada yang menanyakan, kira-kira kapan mahasiswa akan berhenti? Kira-kira sampai kapan mahasiswa akan bersuara? Jika kita melihat dari presedennya, maka kita akan selalu bersuara, teman-teman, selama pertanyaan itu masih belum terjawab."
Fathimah juga menyinggung minimnya suara kritis dari parlemen. Karena itu, ia menyebut mahasiswa berupaya menghadirkan ruang kritik melalui aksi di Salemba.
"Dan ketika kita melihat hari ini Senayan begitu kosong dari suara-suara kritis, maka kita hari ini memenuhi Salemba dengan suara-suara kritis itu. Kalau seandainya parlemen di Senayan itu tidak bisa bekerja, kita buat parlemen di sini. Kita yang jadi orang-orang yang mengkritik pemerintah hari ini," ucapnya.
Ia menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa untuk mencatat sikap mereka di tengah kondisi yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
"Dan ini yang sedang kita upayakan kepada rezim yang begitu sulitnya mendengar. Dan itu semua kita lakukan karena kita tahu apa yang sedang kita lakukan. Yang sedang kita lakukan adalah menulis dalam sejarah, ketika terjadi kezaliman, ketika ada penguasa yang begitu jahatnya tidak mendengarkan rakyat. Dan sejarah bertanya, di mana posisi kalian ketika kezaliman itu terjadi? Maka dengan hal yang kita lakukan hari ini, kita menjawab pertanyaan sejarah itu bahwa kita ada di sini."
Menurutnya, gerakan mahasiswa akan terus berlanjut sebagai bentuk kesinambungan perjuangan dari generasi sebelumnya.
"Bahwa kita melanjutkan perjuangan mahasiswa sejak zaman dahulu hingga hari ini, dan dari situ akan terlihat betapa penguasa tidak pernah menjawab satu pun tuntutan dari kita, tidak pernah menjawab untuk siapa sebetulnya mereka bekerja. Sementara mahasiswa akan terus berdiri dan menjaga setiap hal-hal yang hilang dari negeri ini."
Menutup orasinya, Fathimah melontarkan pertanyaan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah mengenai warisan kepemimpinan yang ingin dikenang dalam sejarah.
"Maka saya juga ingin menanyakan kepada Pak Prabowo beserta jajarannya, Di mana kalian semua ingin dicatat dalam sejarah?"
"Pada sisi rakyat atau di seberangnya?"
Aksi "Salemba Berseru: Seni Lawan Tirani" menjadi wadah bagi mahasiswa UI untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai isu yang mereka nilai berkaitan dengan kondisi demokrasi, pemerintahan, serta kepentingan masyarakat.
