Pemadaman Listrik Pulau Rangsang Kian Parah, Warga Desak Manajer PLN Mundur Jika Tak Mampu Atasi Krisis
Informasi Kelistrikan ULP SELATPANJANG SUB LEMANG.(poto.dok.PLN)
Warga Pulau Rangsang geram akibat pemadaman listrik yang terus berulang. Mereka mendesak PLN segera memperbaiki layanan dan pemerintah turun tangan.
SELATPANJANG, Satuju.com - Pemadaman Listrik Pulau Rangsang kembali menuai protes keras dari masyarakat Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Warga menilai gangguan listrik yang terus berulang tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memicu kerugian ekonomi dan kerusakan peralatan elektronik.
Keluhan warga semakin memuncak karena pemadaman disebut kerap terjadi pada sore hingga waktu salat Magrib. Kondisi tersebut dinilai telah berlangsung lama tanpa adanya penjelasan maupun solusi yang jelas dari pihak PLTD PLN Sub Cabang Lemang.
Ijal Pratama, salah seorang warga Pulau Rangsang, mengaku kecewa dengan pelayanan kelistrikan yang hingga kini belum menunjukkan perbaikan. Ia bahkan meminta Manajer PLN Selatpanjang mundur apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya sampaikan kepada manejer PLN selatpanjang, kalau anda tidak bisa mengatasi listrik di kabupaten meranti ini teruma dipulau rangsang barat dan pesisir, lebih baik mundur dari jabatan anda, kami sangat kecewa, selain tidak bisa mengatasi terjadi pemadaman lampu saat sholat magrib, bahkan kami harus menghadapi kerusakan elektronik dan membayar uang lampu setiap bulannya, jadi kalian yang enak kami yang rugi," jelas Ijal Pratama selaku Masyarakat Pulau Rangsang pada Jum'at (17/07/2026).
Menurutnya, masyarakat tetap dituntut membayar tagihan listrik tepat waktu, sementara kualitas pelayanan yang diterima jauh dari harapan.
"Kalau kita telat bayar listrik dirumah kita, akan diputuskan, ketika listrik sering terjadi pemadaman siapa yang mau disalahkan, kita harus saling mengerti saja lah, karena kita sama- sama membutuhkan".
Selain mendesak PLN, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan kelistrikan di Pulau Rangsang. Mereka berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus di Selatpanjang maupun Pulau Padang.
"Kami mengharapkan kepada Pemerintah Daerah, Baik Itu Bupati dan wakil Bupati, maupun Ketua DPRD, segera bantu selesaikan masalah pemadaman lampu di daerah pulau rangsang, Jangan hanya di daerah kota selatpanjang dan pulau padang saja diperhatikan, pulau rangsang juga perlu diperhatikan. terkait terus terjadi pemadaman ada apa permasalahan, kami selalu masyarakat selain rugi juga menghambat ekonomi kami dikampung," ungkapnya.
Warga menilai persoalan listrik di Pulau Rangsang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan belum mampu diselesaikan, meski telah berganti beberapa periode kepemimpinan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai upaya penyelesaian yang dilakukan pemerintah daerah bersama PLN.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLTD PLN Sub Cabang Lemang belum memberikan tanggapan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
