Carlo Pernat: Bagnaia Bakal Punya Motivasi Berlipat untuk Kalahkan Ducati Bersama Aprilia

Francesco Bagnaia

Jakarta, Satuju.com – Pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai kepindahan Francesco Bagnaia ke tim pabrikan Aprilia mulai MotoGP 2027 akan memberikan motivasi besar bagi juara dunia asal Italia tersebut untuk mengalahkan mantan timnya, Ducati.

Bagnaia dipastikan akan memulai babak baru dalam kariernya bersama Aprilia, berduet dengan Marco Bezzecchi. Keputusan itu dinilai menjadi langkah berani di tengah performa Aprilia yang terus menunjukkan peningkatan sepanjang paruh musim MotoGP 2026.

Aprilia kini mulai menjelma sebagai salah satu pesaing utama Ducati. Tak hanya melalui tim pabrikan yang diperkuat Bezzecchi dan Jorge Martin, tim satelit Trackhouse MotoGP juga tampil impresif lewat Ai Ogura dan Raul Fernandez.

Ogura bahkan sukses meraih satu kemenangan dan dua podium dalam tiga balapan terakhir menggunakan motor RS-GP. Sementara Fernandez juga berhasil finis di podium dalam dua seri terakhir, menegaskan daya saing motor Aprilia musim ini.

Melihat perkembangan tersebut, Carlo Pernat menilai Bagnaia telah mengambil keputusan yang tepat dengan memilih Aprilia sebagai pelabuhan baru kariernya.

Menurut Pernat, CEO Aprilia Massimo Rivola bergerak cepat mengamankan tanda tangan Bagnaia sebelum pembalap binaan Akademi Valentino Rossi itu menjalin kesepakatan dengan Yamaha.

"Bagi saya, itu adalah keputusan yang pasti dari Massimo Rivola. Saat Bagnaia hendak berbicara dengan Yamaha, Rivola memintanya bergabung dengan Aprilia yang memiliki motor kompetitif," ujar Pernat, dikutip dari Motosan melalui BolaSport.com.

Pernat juga meyakini keputusan Bagnaia tidak semata-mata didorong faktor finansial. Ia menilai pembalap berjuluk Pecco itu lebih memilih proyek yang memberinya peluang kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Menurutnya, bergabung dengan Aprilia merupakan keputusan teknis yang menunjukkan ambisi Bagnaia untuk kembali menjadi yang terbaik, sekaligus menantang dominasi Ducati dan rekan setimnya saat ini, Marc Marquez.

"Dia mengambil keputusan teknis untuk kembali meraih kemenangan. Ini adalah keputusan demi mengalahkan Ducati dan Marquez," kata Pernat.

Ia menambahkan, apabila Bagnaia memilih Yamaha, fokus utamanya kemungkinan lebih mengarah pada nilai kontrak. Sebaliknya, bersama Aprilia, Bagnaia memilih tantangan yang jauh lebih besar meski tidak mudah dijalani.

Pernat pun meyakini Bagnaia ingin membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi juara dunia dengan menaklukkan Ducati dan Marc Marquez menggunakan motor berbeda.

Meski MotoGP 2027 akan memasuki era regulasi baru dengan penggunaan mesin 850 cc menggantikan 1.000 cc, Pernat optimistis Aprilia tetap mampu menghadirkan motor yang kompetitif untuk bersaing dengan Ducati.

"Dia ingin menjadi juara dunia dengan mengalahkan Ducati dan Marquez. Ini adalah keputusan besar. Memang sangat sulit, tetapi dia layak mendapat apresiasi atas langkah yang diambilnya," ujar Pernat.

Dengan performa RS-GP yang terus meningkat dan proyek jangka panjang yang disiapkan Aprilia, kepindahan Bagnaia diprediksi akan menjadi salah satu cerita paling menarik dalam persaingan MotoGP musim 2027.


BERITA TERKAIT