Laju Abrasi di Pulau Bengkalis Ancam Kebun Warga, "Kemana Kami Mengadu?"
Abrasi Pantai Pulau Bengkalis di Desa Teluk Papal semakin parah. Warga meminta pemerintah segera membangun pengaman pantai sebelum daratan terus terkikis.
BENGKALIS, Satuju.com - Abrasi Pantai Pulau Bengkalis di Jalan Gebak, RT 02/RW 11, Dusun Teluk Pesisir, Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, terus memburuk. Hempasan gelombang laut yang terjadi setiap musim angin mengikis bibir pantai dan mulai mengancam lahan perkebunan milik warga.
Masyarakat setempat mengaku hingga kini belum melihat adanya penanganan yang mampu menghentikan laju abrasi. Mereka khawatir kerusakan akan semakin meluas jika tidak segera dilakukan langkah konkret.
Seorang warga pulau Bengkalis, di desa Teluk Ondan kecamatan Bantan, Syamsul menyampaikan, saya rutin mendokumentasikan kondisi pesisir melalui media sosial, abrasi terus terjadi dari waktu ke waktu. Ia berharap unggahan yang dibuatnya dapat menarik perhatian pemerintah.
"Dari tahun ke tahun, dari hari ke hari, bulan ke bulan, pantai kami terus terkena abrasi akibat hempasan gelombang saat musim angin. Kalau tidak segera ditangani, kebun warga akan habis dan Pulau Bengkalis akan semakin mengecil," tulisnya dalam salah satu unggahan.
Menurutnya, kawasan tersebut memang telah ditumbuhi sejumlah pohon mangrove. Namun, vegetasi itu belum mampu menahan kuatnya gelombang laut karena lokasi pesisir langsung berhadapan dengan Selat Malaka.
"Ada beberapa pohon mangrove, tetapi tidak kuat menahan abrasi karena ombak di sini terlalu kuat. Wilayah ini langsung berhadapan dengan Selat Malaka," ungkapnya.
Di akhir unggahannya, warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.
"Kemana lagi mengadu?" tulisnya.
Redaksi kemudian menghubungi warga tersebut melalui media sosial yang berlanjut ke percakapan WhatsApp. Ia mengaku sengaja terus mendokumentasikan kondisi abrasi agar persoalan tersebut tidak luput dari perhatian publik maupun pemerintah.
"Bantu kami, Pak. Beginilah faktanya di Pulau Bengkalis. Saya hampir setiap minggu memposting kondisi ini supaya ada yang melihat dan memperhatikan," katanya.
Ia menjelaskan, setiap musim angin tiba, gelombang laut semakin besar sehingga mengikis garis pantai sedikit demi sedikit. Dampaknya kini mulai mendekati lahan perkebunan masyarakat yang berada di sepanjang pesisir.
Warga berharap pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Riau, hingga pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata melalui penanganan abrasi secara terpadu. Upaya tersebut diharapkan meliputi pembangunan pengaman pantai, pemecah gelombang, serta penguatan ekosistem mangrove yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir.
Masyarakat menilai penanganan tidak bisa lagi ditunda. Jika abrasi terus dibiarkan, kerusakan diperkirakan akan semakin meluas dan mengancam lingkungan, lahan produktif, bahkan permukiman warga di pesisir Pulau Bengkalis.
