Virdian Aurellio Ajak 10.000 Anak Muda Isi Survei "Indonesia Baru"

Virdian Aurellio.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com - Aktivis muda sekaligus mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran (Unpad) 2022, Virdian Aurellio Hartono, kembali menyuarakan gagasannya terkait pentingnya suara generasi muda dalam menentukan arah kebijakan publik. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Virdian mengajak anak-anak muda Indonesia berpartisipasi dalam Survei "Indonesia Baru" yang digagas bersama Brand New Indonesia.

Virdian, yang dikenal sebagai kreator konten sekaligus sosok yang vokal mengkritik berbagai kebijakan pemerintah dan mengangkat isu-isu sosial serta politik, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya saat mendapat tantangan dalam sebuah acara di stasiun televisi.

Menurutnya, saat itu ia diminta untuk tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan data melalui lembaga survei. Tantangan tersebut kemudian dijawab dengan membangun survei independen yang berfokus pada suara generasi muda.

"Kami dari Brand New Indonesia membuat survei yang jujur terkait berbagai persoalan yang benar-benar dirasakan anak muda," tulis Virdian dalam unggahannya.

Survei tersebut memuat tiga pertanyaan utama yang dinilai merepresentasikan kondisi dan harapan generasi muda saat ini, yakni mengenai isu sosial, ekonomi, atau lingkungan yang paling menjadi perhatian, pandangan anak muda terhadap perannya dalam membawa perubahan di masyarakat, serta program pengembangan diri dan kepemimpinan yang benar-benar mereka butuhkan.

Hingga unggahan tersebut dipublikasikan, Virdian menyebut sudah ada sekitar 2.000 responden yang berpartisipasi dari target 10.000 anak muda di seluruh Indonesia.

"Udah 2.000/10.000 orang muda yang kita cari untuk ngisi Survei Indonesia Baru! Kita jadikan asesmen apa kebutuhan dan keresahan orang muda kita hari ini," tulisnya.

Ia juga menyampaikan sindiran terhadap praktik penggunaan hasil survei dalam ruang publik dan perdebatan politik. Menurut Virdian, anak muda perlu memiliki data hasil riset yang mereka bangun sendiri agar aspirasi mereka tidak terus dipandang sebelah mata.

"Bikin survei biar besok-besok debat enggak dikecilin mulu sama pejabat jalur lembaga survei," ujarnya.

Ajakan tersebut mendapat perhatian dari warganet yang menilai langkah menghimpun data langsung dari generasi muda dapat menjadi salah satu cara untuk memetakan persoalan yang benar-benar mereka hadapi. Melalui survei itu, Virdian berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi bahan asesmen sekaligus rekomendasi bagi berbagai pihak dalam menyusun program yang lebih relevan dengan kebutuhan anak muda Indonesia.

Survei "Indonesia Baru" sendiri ditujukan untuk menggali aspirasi generasi muda terkait persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kebutuhan pengembangan kepemimpinan, dengan target partisipasi sebanyak 10.000 responden dari berbagai daerah di Indonesia.

Survei dapat diakses melalui lin: bit.ly/SurveiIndonesiaBaru