Marc Marquez Ungkap Alasan Tetap Tinggal di Spanyol, Bukan Andorra Seperti Mayoritas Pembalap MotoGP

Marc Marquez

Jakarta, Satuju.com - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, mengungkap alasan di balik keputusannya tetap menetap di Spanyol, berbeda dengan sebagian besar pembalap MotoGP asal Spanyol yang memilih tinggal di Andorra.

Selama bertahun-tahun, Andorra menjadi pilihan banyak pembalap karena menawarkan medan pegunungan yang ideal untuk latihan fisik di dataran tinggi, suasana yang lebih tenang, serta kebijakan pajak yang lebih rendah. Faktor tersebut juga menjadi alasan banyak pembalap Formula 1 memilih bermukim di Monaco.

Namun bagi Marquez, pertimbangan pajak bukanlah alasan utama dalam menentukan tempat tinggalnya. Pebalap Ducati Lenovo Team itu mengaku lebih mengutamakan kenyamanan hidup dan dukungan fasilitas yang dapat menunjang performanya di lintasan.

"Saya mengerti orang-orang yang ingin pindah, mereka bebas untuk pindah. Tetapi menurut pendapat pribadi saya, saya merasa bebas jika saya tinggal di tempat yang saya inginkan," ujar Marquez saat ditemui pada MotoGP Jerman.

Marquez menegaskan bahwa meski harus membayar pajak lebih besar di Spanyol, hal tersebut tidak menjadi persoalan baginya.

"Tentu saja, saya mendapatkan banyak uang dan jika saya membayar pajak, saya masih memiliki banyak. Memang benar hal itu membantu, tetapi saya merasa nyaman di Spanyol dan ingin tinggal di tempat yang bisa memberi saya kondisi terbaik untuk tampil maksimal di sirkuit," katanya.

Pebalap berusia 33 tahun itu menjelaskan bahwa kebutuhan fisiknya berubah drastis setelah mengalami serangkaian cedera serius dalam beberapa musim terakhir. Jika sebelumnya ia memilih tinggal di kampung halamannya, Cervera, kini ia menetap di Madrid demi mendapatkan akses terhadap fasilitas medis dan pusat pelatihan terbaik.

"Awalnya saya tinggal di Cervera karena saya merasa rileks. Saya tidak membutuhkan fisioterapis ataupun peralatan khusus. Sekarang, sejak cedera, saya membutuhkan alat-alat khusus, fisioterapis, dan jenis latihan yang berbeda. Karena itu saya pindah ke Madrid, karena saya menemukan tim dan pusat pelatihan yang sangat bagus di sana," jelasnya.

Meski demikian, Marquez mengaku sempat mempertimbangkan untuk pindah ke Andorra. Dalam wawancaranya dengan La Sexta pada Januari lalu, ia mengungkap pernah mencoba tinggal di negara kecil tersebut selama musim dingin saat berusia 22 tahun.

Ia bahkan telah membeli sebuah rumah di Andorra sebagai rumah kedua, mengingat sejak kecil dirinya sudah akrab dengan kawasan tersebut. Lokasinya yang dekat dengan kota kelahirannya, Cervera, membuat Marquez dan keluarganya kerap menghabiskan waktu di sana, baik untuk berlibur maupun berlatih.

"Saya membeli rumah di sana sebagai rumah kedua untuk menyimpan perlengkapan ski dan barang-barang saya. Saya mencoba tinggal di sana selama satu musim dingin karena saat itu banyak pembalap mulai pindah ke Andorra dan pajaknya jauh lebih rendah," ungkapnya.

Namun, setelah dua bulan menetap, Marquez merasa kehidupan di Andorra tidak sesuai dengan kebutuhannya.

"Saya bertahan dua bulan berturut-turut dan kemudian berkata, 'Saya memilih Spanyol dan rumah'," tuturnya.

Marquez menegaskan bahwa keputusannya bukan bertujuan menyampaikan pesan tertentu kepada publik. Ia hanya mengikuti apa yang menurutnya paling tepat untuk kehidupan pribadi dan karier profesionalnya.

"Saya tidak melakukan ini untuk menyampaikan pesan apa pun. Saya menyampaikan pesan melalui apa yang saya lakukan di atas motor. Soal tempat tinggal, saya mengikuti perasaan saya. Saya juga memahami ke mana pajak yang saya bayarkan digunakan," pungkasnya.


BERITA TERKAIT