Sebagian Besar Wilayah Riau Diguyur Hujan, BMKG Catat Hotspot Naik Jadi 21 Titik

Ilustrasi cuaca hujan.(poto/net)

Pekanbaru, Satuju.com – Sebagian besar wilayah Provinsi Riau diguyur hujan sejak Kamis (30/7/2026) pagi. Meski curah hujan terjadi di banyak daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Riau justru meningkat menjadi 21 titik.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah terpantau sejak pagi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

"Berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekanbaru," ujar Sanya.

Ia menjelaskan, memasuki siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.

Sementara itu, pada malam hari hujan ringan hingga sedang diprakirakan kembali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kampar. Adapun pada dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi hari di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, dan Kota Pekanbaru.

Secara umum, suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 58–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

"Adapun tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah," jelas Sanya.

Di tengah meningkatnya peluang hujan, BMKG tetap memantau perkembangan titik panas di wilayah Riau. Hingga pukul 23.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 21 titik yang tersebar di enam daerah.

Sebaran terbanyak berada di Kota Dumai dengan tujuh titik, disusul Kabupaten Indragiri Hilir lima titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 276 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 99 titik, diikuti Sumatera Barat 48 titik, Jambi 37 titik, Bangka Belitung 35 titik, Riau 21 titik, Lampung 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau delapan titik, dan Bengkulu tujuh titik.

Sanya mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem meskipun hujan telah mengguyur sebagian besar wilayah Riau.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama pada wilayah yang telah diperingatkan. Di sisi lain, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga harus terus dilakukan meski hujan mulai turun di sejumlah daerah," katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.