The Fed Tahan Suku Bunga, INDODAX: Pasar Kripto Cari Kepastian

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian. (poto/ist)

Satuju.com - The Fed tahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 28–29 Juli 2026. Keputusan Federal Reserve Amerika Serikat ini menjadi perhatian pasar global, termasuk investor aset kripto.

Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Namun, hasil voting 9-3 menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral Amerika Serikat mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Respons pasar kripto setelah keputusan FOMC relatif terbatas. Bitcoin cenderung bertahan karena keputusan The Fed tidak memberikan kejutan besar bagi pelaku pasar.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan investor saat ini tidak hanya melihat keputusan suku bunga, tetapi juga mencermati pesan The Fed mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan selanjutnya.

“Bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan terhadap arah kebijakan berikutnya. Ketika hasil FOMC sesuai dengan ekspektasi, ruang bagi volatilitas akibat kejutan kebijakan cenderung berkurang, sehingga ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terbentuk dari kombinasi berbagai faktor, bukan hanya satu indikator saja,” ujarnya.

Menurut Aloysia, kebijakan moneter The Fed memiliki dampak luas terhadap pasar keuangan dunia. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, hingga preferensi investor dalam memilih aset berisiko.

Dampaknya juga terasa di pasar kripto. Bitcoin dan aset digital lainnya kerap merespons perubahan ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

“Keputusan The Fed sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Namun, pergerakan pasar tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Karena itu, investor sebaiknya tetap disiplin menjalankan strategi investasinya dan tidak terpaku pada fluktuasi harga dalam jangka pendek, tetapi tetap disiplin menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikonya,” tambahnya.

INDODAX Soroti Strategi DCA

Di tengah pasar yang masih dinamis, investor dapat mempertimbangkan strategi investasi berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA).

Strategi tersebut dilakukan dengan membeli aset secara rutin menggunakan nominal yang relatif tetap. Pendekatan ini dapat membantu investor mengurangi ketergantungan pada keputusan market timing atau menentukan satu titik harga terbaik untuk masuk pasar.

Aloysia menilai DCA dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin menghadapi volatilitas dengan pendekatan bertahap.

“Melihat kondisi pasar saat ini, DCA dapat menjadi salah satu strategi yang relevan karena membantu investor berinvestasi secara bertahap di tengah volatilitas. Namun, apa pun strategi yang dipilih, investor tetap perlu Do Your Own Research (DYOR) agar keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang memadai,” tutupnya.

Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga juga menunjukkan bahwa bank sentral masih mempertahankan level 3,50%–3,75% yang telah berlaku sejak awal tahun. Dalam laporan kebijakan moneternya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi Amerika Serikat tetap tumbuh solid, sementara inflasi masih berada di atas target jangka panjang 2 persen.

Bagi pasar kripto, kondisi tersebut membuat data ekonomi dan komunikasi bank sentral tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau. Investor tidak hanya menghadapi risiko perubahan harga Bitcoin, tetapi juga harus memperhitungkan perubahan sentimen global.

INDODAX menyatakan terus mendorong literasi aset kripto dan mengingatkan investor agar melakukan DYOR serta menyesuaikan strategi dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Dengan keputusan FOMC kali ini, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat dan sinyal kebijakan berikutnya. Bagi investor kripto, arah tersebut dapat menjadi salah satu penentu penting bagi sentimen pasar dalam periode mendatang.


BERITA TERKAIT