Banjir Kota Padang Hari Ini Surut, Warga Mulai Berbenah

Kondisi Banjir Kota Padang berangsur surut. Warga mulai membersihkan rumah setelah hujan ekstrem memicu luapan sungai di sejumlah wilayah.(poto/ist)

PADANG, Satuju.com - Banjir Kota Padang hari ini berangsur surut. Warga di sejumlah kawasan terdampak mulai kembali ke rumah dan membersihkan sisa lumpur serta material yang terbawa genangan.

Pantauan pada Rabu (5/8) sekitar pukul 07.30 WIB menunjukkan kondisi air di sejumlah wilayah mulai menurun. Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah setelah situasi dinilai lebih aman.

Banjir melanda Kota Padang setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin (3/8) sekitar pukul 11.00 hingga 17.00 WIB. Hujan deras membuat sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman.

Di beberapa titik, ketinggian air mencapai sekitar 150 sentimeter.

Sejumlah wilayah terdampak berada di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo.

Kawasan yang terdampak antara lain Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih, Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara, Pagambiran Ampalu Nan XX, serta Surau Gadang.

Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan dampak bencana, termasuk kemungkinan korban jiwa dan kerugian materiil.

Penanganan darurat melibatkan BPBD Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sumatera Barat, serta organisasi perangkat daerah terkait. Tim gabungan juga melakukan evakuasi, kaji cepat, dan pendataan di lokasi terdampak.

Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat turut terlibat dalam proses penanganan banjir.

Di tingkat provinsi, Sumatera Barat masih berada dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 360-195-2026 dan berlaku hingga 18 September 2026.

Status transisi menjadi dasar pemerintah dalam melanjutkan penanganan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.

Meski genangan mulai surut, ancaman cuaca ekstrem belum sepenuhnya berakhir. BNPB meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat dan potensi bencana susulan.

Warga diminta mengikuti perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah. Masyarakat juga diimbau menghindari kawasan rawan banjir ketika hujan deras serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas jika muncul ancaman keselamatan.(Fer) 


BERITA TERKAIT