Kayu Mulai Tergeser, Perabot Aluminium Kaca Jadi Pilihan Warga Bengkalis
Perabot aluminium kaca mulai menggeser pilihan warga Bengkalis. Faktor tahan air, anti rayap dan mudah dirawat menjadi pertimbangan konsumen.
BENGKALIS, Satuju.com - Perabot aluminium kaca Bengkalis mulai mendapat tempat di tengah perubahan selera warga dalam memilih perlengkapan rumah. Jika perabot kayu lama dikenal sebagai pilihan utama, kini aluminium dan kaca menawarkan alternatif yang dinilai lebih praktis untuk menghadapi kondisi rumah di wilayah kepulauan.
Perubahan itu terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap rak piring, lemari pakaian, lemari serbaguna hingga partisi ruangan berbahan aluminium kaca.

Bagi sebagian konsumen, pilihan material tidak lagi semata soal tampilan. Daya tahan terhadap air, risiko serangan rayap, bobot dan kemudahan perawatan ikut menjadi pertimbangan.
Pemilik toko Karya Mandiri aluminium kaca di Jalan Hasanuddin, Bengkalis, Acai, mengatakan konsumen kini dapat memilih berbagai model sesuai kebutuhan. Produk yang tersedia mencakup rak piring, lemari dapur, lemari pakaian, lemari serbaguna hingga partisi ruangan.
Rak piring atau lemari dapur umumnya memiliki dua hingga empat pintu. Material yang digunakan dapat berupa kaca tebal 5 milimeter, keramik maupun Aluminium Composite Panel (ACP). Beberapa model juga dilengkapi tempat magicom dan roda.
Sementara lemari pakaian dan lemari serbaguna menjadi alternatif karena materialnya relatif ringan, tidak mudah berjamur dan lebih mudah dibersihkan.
Untuk kebutuhan ruang, aluminium juga mulai masuk ke desain partisi rumah dan kantor. Kusen aluminium dapat dipadukan dengan kaca polos atau kaca riben untuk menghasilkan sekat yang lebih minimalis.
"Untuk model apa saja kita bisa buatkan, tergantung selera masing-masing. Dan juga bisa siap antar," jelas Acai saat diwawancarai di tokonya di Jalan Hasanuddin, Bengkalis, Kamis (6/8/2026).
Dari sisi harga, perabot aluminium kaca memiliki rentang yang cukup lebar. Rak piring atau lemari mini berada pada kisaran Rp189.000 hingga Rp750.000, tergantung ukuran dan jumlah pintu.
Untuk model standar hingga jumbo yang dibuat berdasarkan pesanan, harganya berkisar Rp1,3 juta sampai lebih dari Rp2,9 juta. Harga tersebut dipengaruhi ukuran, material, desain serta konstruksi yang digunakan.
Adapun partisi ruangan aluminium umumnya dihitung berdasarkan meter persegi atau per set. Nilainya menyesuaikan luas area dan tingkat kerumitan pemasangan.

Pergeseran Selera Konsumen
Masuknya aluminium kaca ke ruang-ruang rumah menunjukkan perubahan cara konsumen melihat perabot. Kayu tetap memiliki keunggulan dari sisi karakter, tekstur dan kesan natural. Namun, aluminium menawarkan pertimbangan yang berbeda: lebih ringan, tidak mudah dimakan rayap dan relatif mudah dibersihkan.
Kondisi tersebut membuat pilihan konsumen semakin pragmatis. Perabot bukan hanya dipandang sebagai bagian dari estetika rumah, tetapi juga sebagai benda yang harus mampu bertahan dan mudah dirawat.
Di Bengkalis, perubahan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana kebutuhan rumah tangga beradaptasi dengan material baru. Aluminium kaca tidak sepenuhnya menggantikan kayu, tetapi mulai mengambil ruang sebagai pilihan alternatif yang semakin diperhitungkan.
Bagi konsumen, persoalannya akhirnya bukan sekadar memilih antara kayu atau aluminium. Faktor ketahanan, perawatan, desain, ukuran dan kemampuan menyesuaikan dengan ruang menjadi bagian dari keputusan sebelum membeli.
Hubungi: Tlp/HP: 081365098500 (Acai)
