Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal ASEAN Championship 2026, Masalah Laga Tandang Jadi Sorotan

Timnas Indonesia kembali gagal melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026

Jakarta, Satuju.com - Timnas Indonesia kembali gagal melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A. Hasil tersebut membuat Skuad Garuda finis di posisi ketiga dengan koleksi tujuh poin.

Singapura memastikan tiket semifinal setelah mengamankan posisi runner-up dengan delapan poin, sedangkan Vietnam keluar sebagai juara Grup A dengan torehan 10 poin.

Kegagalan ini menjadi catatan kurang baik bagi Timnas Indonesia karena untuk kedua kalinya secara beruntun mereka harus tersingkir pada fase grup. Sebelumnya, Indonesia juga gagal melaju ke semifinal pada Piala AFF 2024.

Gagal Mempertahankan Keunggulan

Timnas Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan saat menghadapi Singapura. Ragnar Oratmangoen membawa Indonesia unggul pada awal babak kedua dan kemenangan tersebut seharusnya dapat menjadi modal penting untuk mengamankan tiket semifinal.

Namun, keunggulan Indonesia tidak mampu dipertahankan. Ilhan Fandi berhasil mencetak gol penyama kedudukan sehingga pertandingan berakhir 1-1.

Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai hasil tersebut kembali memperlihatkan persoalan Timnas Indonesia ketika bermain di kandang lawan.

“Selain itu ketika momen mendapatkan tekanan untuk mencari gol kemenangan setelah disamakan kedudukan, saya rasa ini menjadi pertandingan sulit karena kita memiliki rekor away yang tak terlalu bagus dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Rizal kepada Kompas.com.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya terlihat dalam ASEAN Championship 2026. Timnas Indonesia juga menghadapi sejumlah kesulitan dalam pertandingan tandang pada kompetisi sebelumnya.

“Bagaimana di laga sebelumnya menghadapi Timor Leste itu memang meraih kemenangan, akan tetapi itu juga bukan kemenangan yang mudah,” katanya.

Ia juga menyoroti penampilan Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketika bermain di luar kandang dan tidak mendapatkan dukungan dari basis suporter, Indonesia disebut mengalami kesulitan hingga menelan dua kekalahan.

Rekor Tandang Jadi Pekerjaan Rumah

Rizal menilai persoalan laga tandang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia disebut tidak mampu meraih kemenangan di laga tandang.

“Di putaran ke-3 pun tidak meraih kemenangan satu pun termasuk di putaran ke-2 juga kesulitan ketika bertanding di kandang lawan Filipina dan Irak, hanya mengalami kemenangan dari Vietnam yang bisa dikatakan Vietnam level menurun saat itu,” ujarnya.

Catatan tersebut dinilai penting karena Timnas Indonesia tidak dapat terus mengandalkan keuntungan bermain di kandang. Dalam kompetisi internasional, kemampuan mempertahankan konsistensi ketika bermain di stadion lawan menjadi salah satu indikator kekuatan sebuah tim.

Evaluasi Tak Hanya untuk Timnas

Rizal menilai evaluasi terhadap kegagalan Indonesia tidak cukup hanya dengan melihat performa skuad sendiri. Perkembangan tim-tim pesaing di kawasan Asia Tenggara juga harus menjadi bahan pertimbangan.

Ia menyebut kegagalan melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi skuad Garuda dan pelatih John Herdman.

“Saya rasa banyak sekali evaluasi dari turnamen ini khususnya bagi skuad timnas Indonesia dan John Herdman. Saya rasa untuk bisa menggambarkan turnamen ini tentu kekecewaan,” kata Rizal.

Ia juga menilai gol Singapura tidak terlepas dari kesalahan yang dilakukan pemain Indonesia sendiri.

“Lawan mencetak gol berdasarkan error yang dibuat timnas Indonesia sendiri, jadi kita tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali diri sendiri,” pungkasnya.