46.160 Lulusan Perguruan Tinggi Ikuti MagangHub Angkatan II, Pemagangan Berlangsung Enam Bulan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026

Jakarta, Satuju.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai menjalani pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang dirancang pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja. Peserta akan mendapatkan pengalaman kerja secara langsung, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja profesional.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program pemagangan menjadi salah satu upaya pemerintah mempersiapkan talenta muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” kata Yassierli dalam Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Yassierli menegaskan, kualitas pelaksanaan pemagangan harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, program tersebut tidak boleh hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi harus benar-benar menjadi ruang pembentukan kompetensi dan profesionalisme peserta.

“Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, dan evaluasi yang konsisten,” tegasnya.

3.672 Penyelenggara Buka Puluhan Ribu Lowongan

Pada Angkatan II Batch 1, sebanyak 3.672 penyelenggara ikut berpartisipasi dalam program MagangHub. Jumlah tersebut terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga.

Para penyelenggara menyediakan 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta. Dari jumlah tersebut, 31.251 kuota tersedia di perusahaan, sedangkan 23.053 kuota lainnya berada di kementerian dan lembaga.

Program Pemagangan Nasional 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Secara keseluruhan, tercatat 732.483 pendaftar, dengan 244.982 orang dinyatakan memenuhi persyaratan atau eligible.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 226.719 calon peserta mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai lowongan pemagangan yang tersedia.

Setelah melalui rangkaian proses seleksi, sebanyak 225.920 pelamar masuk dalam tahapan rekrutmen peserta. Dari jumlah tersebut, 48.088 pelamar dinyatakan dapat diproses lebih lanjut dan 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta.

Setelah menjalani verifikasi dan seleksi tingkat nasional, sebanyak 46.160 peserta akhirnya dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Angkatan II Batch 1. Sementara itu, 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan karena tidak memenuhi persyaratan pada tahap verifikasi akhir.

Yassierli menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan ruang pembelajaran kerja bagi lulusan perguruan tinggi.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi Pemerintah dan dunia usaha dalam membuka ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi talenta muda Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan masa enam bulan pemagangan dengan sebaik-baiknya.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” pesan Yassierli.

Kemnaker Pantau Kualitas Pemagangan

Seluruh tahapan program telah dilaksanakan sesuai jadwal. Pendaftaran penyelenggara berlangsung pada 29 Juni hingga 15 Juli 2026, kemudian pendaftaran peserta pada 16–28 Juli 2026.

Hasil seleksi diumumkan pada 7 Agustus 2026, sedangkan pemagangan resmi dimulai pada 10 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama enam bulan.

Setelah program berjalan, Kemnaker akan memprioritaskan pemantauan kualitas pelaksanaan pemagangan. Pengawasan terutama diarahkan pada efektivitas pendampingan mentor, kesesuaian tugas yang diberikan kepada peserta, serta proses evaluasi selama program berlangsung.

“Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau efektivitas pembimbingan oleh mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta memastikan program pemagangan ini dapat menjadi talent pipeline bagi instansi dan perusahaan penyelenggara,” pungkas Yassierli.