Bukti Polri Dukung Ketahanan Pangan: Panen Jagung Polres Bengkalis di Mandau 3 Hektare Siap Dipasarkan
Lahan jagung seluas 3 hektare menjadi sumber produksi dalam kegiatan tersebut. Kelompok tani di Desa Bathin Betuah.(poto/ist)
MANDAU, Satuju.com - Dukungan Polri terhadap ketahanan pangan diwujudkan Polres Bengkalis melalui panen jagung di Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Panen di lahan seluas 3 hektare itu menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi pangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi petani.
Kegiatan berlangsung Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Polres Bengkalis melalui Polsek Mandau melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Bathin Betuah, Brigadir Maula Salsabila, S.H., bersama kelompok tani, pihak Kecamatan Mandau, dan Pemerintah Desa Bathin Betuah.
Panen tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak berhenti pada imbauan. Kepolisian ikut membangun sinergi dengan pemerintah dan kelompok tani di tingkat desa untuk mengoptimalkan lahan produktif.
Panen 3 Hektare, Masuk Tahap Pascapanen
Lahan jagung seluas 3 hektare menjadi sumber produksi dalam kegiatan tersebut. Kelompok tani di Desa Bathin Betuah memiliki pengalaman dalam mengelola budidaya jagung sehingga proses produksi dapat berjalan dengan dukungan sarana yang tersedia.
Salah satu keunggulannya adalah tersedianya mesin pipil dan mesin pengering jagung. Kedua peralatan itu membantu petani mempercepat pekerjaan setelah panen dan meningkatkan efisiensi proses pascapanen.
Jagung yang sudah dipanen akan melalui proses pemipilan dan pengeringan sebelum dipasarkan. Setelah memenuhi proses tersebut, hasil produksi direncanakan dijual melalui Bulog Dumai.
Dengan skema itu, hasil panen tidak berhenti sebagai produksi di lahan. Petani mendapat jalur pemasaran untuk membawa hasil pertanian masuk ke rantai distribusi pangan.
Polri Dorong Produktivitas Petani
Kegiatan panen jagung ini menjadi salah satu bentuk sinergi Polri dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program ketahanan pangan. Kepolisian tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga mendukung kegiatan produktif yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut penting karena keberhasilan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah menyediakan dukungan kebijakan dan fasilitas, petani menjalankan produksi, sementara berbagai unsur lain dapat membantu menciptakan ekosistem pertanian yang produktif.
Bagi masyarakat Desa Bathin Betuah, pemanfaatan lahan untuk budidaya jagung sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Apalagi, ketersediaan mesin pascapanen dan akses pemasaran dapat membantu memperpendek proses dari lahan menuju pasar.
Dari Desa untuk Ketahanan Pangan
Panen jagung di Mandau menunjukkan bahwa agenda ketahanan pangan dapat dibangun dari tingkat desa. Lahan produktif, kelompok tani, teknologi pascapanen, serta akses pemasaran menjadi rangkaian yang saling berkaitan.
Polres Bengkalis melalui Polsek Mandau bersama pemerintah dan masyarakat terus mendorong sinergi tersebut agar produksi pangan berjalan berkelanjutan. Harapannya, kegiatan pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi petani.
Seluruh rangkaian kegiatan panen jagung di Desa Bathin Betuah berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
