Persaingan Rookie of The Year Moto3 Memanas, Veda Ega Pratama Wajib Waspadai Rival
Veda Ega Pratama
Jakarta, Satuju.com – Persaingan gelar Rookie of The Year Moto3 2026 semakin sengit setelah drama yang terjadi pada seri ke-12 Moto3 Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memang berhasil mengamankan posisi finis kesembilan. Namun, hasil tersebut belum membuat posisinya aman dalam persaingan debutan terbaik musim ini.
Justru, kegagalan dua rival utama Veda, Brian Uriarte dan Hakim Danish, membuka kompetisi yang semakin ketat menuju penghujung musim.
Veda saat ini masih berada di posisi kedua klasemen rookie Moto3 2026. Ia mengoleksi poin yang membuatnya hanya terpaut 30 poin dari Uriarte yang masih memimpin klasemen.
Sementara itu, Danish berada di posisi ketiga dengan selisih 41 poin dari Uriarte.
Drama di Silverstone menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan tersebut kembali terbuka. Danish harus mengakhiri balapan lebih awal setelah mengalami kecelakaan ketika balapan baru memasuki lap keenam.
Nasib lebih menyakitkan dialami Uriarte. Pembalap Red Bull KTM Ajo tersebut terjatuh pada lap terakhir ketika berada di posisi ketiga dan berpeluang mengamankan podium.
Akibat kejadian tersebut, Uriarte harus puas finis di posisi ke-19.
Kondisi itu membuat Veda menjadi salah satu pembalap yang paling diuntungkan. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut mampu menyelesaikan balapan dan membawa pulang poin penting melalui finis kesembilan.
Selisih 41 Poin
Dengan hasil di Silverstone, persaingan tiga pembalap tersebut semakin menarik. Jarak antara Uriarte, Veda, dan Danish hanya terpaut 41 poin.
Dengan masih tersisa 10 seri balapan, peluang perubahan posisi di klasemen rookie masih sangat terbuka.
Bagi Danish, seri berikutnya di GP Aragon menjadi kesempatan untuk bangkit. Pembalap asal Terengganu, Malaysia, itu memiliki rekam jejak positif di MotorLand Aragon, Spanyol.
Danish tercatat dua kali meraih kemenangan di sirkuit tersebut ketika tampil dalam ajang Red Bull Rookies Cup pada musim 2024 dan 2025.
Uriarte juga memiliki pengalaman positif di Aragon. Ia pernah meraih kemenangan di sirkuit tersebut dalam ajang Rookies Cup dan JuniorGP pada 2025.
Kedua pembalap tersebut juga memiliki pengalaman lebih panjang di Aragon karena telah mengaspal di sirkuit tersebut sejak mengikuti European Talent Cup pada 2021.
Sementara Veda relatif lebih minim pengalaman di Aragon. Ia baru dua musim terakhir tampil di sirkuit yang dikenal memiliki karakter teknis tersebut.
Meski demikian, Veda sudah memiliki catatan positif. Hasil terbaiknya di Aragon adalah dua kali finis keempat pada Race 1 dan Race 2 Red Bull Rookies Cup 2025.
Danish Percaya Diri Hadapi Aragon
Modal pengalaman tersebut membuat Danish optimistis menghadapi seri ke-13 Moto3 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.
Pembalap berusia 18 tahun itu bertekad memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk kembali meraih hasil maksimal.
"Saya belajar banyak hal dan saya tidak sabar untuk menghadapi balapan berikutnya di Aragon," kata Danish, seperti dilansir Berita Harian.
"Untuk balapan di Aragon saya akan melakukan yang terbaik dan mendapatkan hasil yang bagus," ujarnya.
Danish tentu memiliki motivasi tambahan setelah gagal finis di Silverstone. Tambahan poin maksimal di Aragon akan sangat penting untuk memperkecil jarak dengan Veda sekaligus memperbaiki posisinya dalam perburuan gelar rookie terbaik.
Veda Tetap Fokus Tingkatkan Performa
Di sisi lain, Veda menyadari persaingan Rookie of The Year masih panjang. Sejak memasuki rangkaian seri Eropa Moto3 2026, pembalap Indonesia tersebut memang menghadapi tantangan yang tidak mudah.
Prestasi terbaik Veda sejauh ini adalah podium ketiga pada GP Prancis dan finis kelima di GP Ceko.
Namun, konsistensinya dalam mengamankan poin tetap menjadi modal penting. Finis kesembilan di Silverstone menjadi salah satu contoh bagaimana Veda mampu bertahan di tengah persaingan ketat dan kondisi balapan yang penuh drama.
Usai balapan Inggris, Veda mengaku tetap bersyukur karena berhasil membawa pulang poin sekaligus mendapatkan pengalaman penting.
"Saya finis di posisi ke-9 dan mengamankan beberapa poin penting," ujar Veda.
"Saya senang karena poin ini sangat penting, tetapi yang lebih penting lagi, saya belajar banyak dari balapan ini," lanjutnya.
Veda pun menegaskan tekadnya untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan menjelang seri berikutnya.
“Sekarang saatnya bekerja keras, terus meningkatkan kemampuan, dan kembali dengan performa yang lebih kuat,” tutupnya.
Dengan masih 10 seri tersisa, persaingan antara Uriarte, Veda, dan Danish dipastikan semakin menarik. Kegagalan satu pembalap maupun keberhasilan meraih podium dapat mengubah peta kompetisi Rookie of The Year secara signifikan. GP Aragon pun menjadi panggung penting bagi ketiganya untuk membuktikan siapa yang paling konsisten hingga akhir musim.
