Tak Kenal Lelah: Karhutla Bengkalis Menguji Ketahanan Tim Gabungan di Tiga Lokasi

Penanganan berlangsung di Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis.(poto/ist/HumasPolresBkls)

BENGKALIS, Satuju.com - Karhutla Bengkalis kembali menyita perhatian pada momentum Hari Kemerdekaan. Di tengah peringatan 17 Agustus 2026, personel Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan warga justru berjibaku menangani kebakaran di tiga wilayah.

Penanganan berlangsung di Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis. Petugas tidak hanya mengejar titik api, tetapi juga melakukan pendinginan, pemeriksaan lokasi dan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

Di Pinggir, pendinginan memasuki hari kesembilan di Jalan Reformasi RT 002 RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo. Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan bersama personel gabungan menangani lahan masyarakat yang terbakar sekitar 12 hektare.

Lahan tersebut didominasi semak belukar dan tanaman sawit yang tidak terawat. Kondisi tanah kering, suhu panas dan tiupan angin menjadi kendala utama. Meski demikian, seluruh area terdampak telah berhasil dipadamkan dan petugas melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

Sebanyak 22 personel dikerahkan dengan dukungan tiga unit mini striker, sekitar 15 rol selang 1,5 inci dan tiga nozzle. Petugas memanfaatkan kanal sebagai sumber air.

Lokasi itu sebelumnya terpantau sebagai hotspot pada 16 Agustus 2026. Titiknya berada di koordinat N 1.08899 dan E 101.12425. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Bergerak ke Mandau, personel Polsek Mandau bersama Koramil 03 Mandau, Manggala Agni dan BPBD melakukan pengecekan sekaligus closing Karhutla di Jalan Tangkahan Tegar, ujung Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu.

Lokasi tersebut berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir. Kebakaran sebelumnya menghanguskan sekitar 10 hektare lahan masyarakat yang ditumbuhi semak dan tanaman sawit.

Hasil pengecekan menunjukkan api telah padam setelah lokasi diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat, 14 Agustus 2026. Petugas tidak menemukan lagi api aktif, tetapi tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada titik yang berpotensi menyala kembali.

Akses menuju lokasi masih dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua. Kanal juga tersedia sebagai sumber air apabila diperlukan penanganan lanjutan. Pemilik lahan diketahui bernama Butar-Butar dan Harianja. Sementara penyebab kebakaran masih diselidiki.

Penanganan berbeda dilakukan di Kecamatan Bengkalis, tepatnya di Jalan Utama Gang Telon, Desa Temberan. Kebakaran di lokasi tersebut diketahui pada Minggu, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Area itu merupakan perkebunan masyarakat yang ditanami sawit, karet dan sagu dengan karakteristik tanah gambut.

Kondisi gambut yang kering, cuaca panas dan angin kencang membuat pemadaman tidak mudah. Keterbatasan sumber air juga memaksa petugas bekerja secara bertahap dengan memprioritaskan titik yang memiliki akses air.

Sebanyak 15 personel BPBD, tiga personel Polri serta sekitar 20 perangkat desa dan masyarakat terlibat dalam penanganan. Mereka menggunakan dua unit mini striker, 20 rol selang 1,5 inci, dua nozzle dan dua selang isap.

Tim menerapkan respons cepat dengan membagi personel ke sejumlah titik, memetakan sumber air serta melakukan pemadaman dan pendinginan. Area yang dinilai rawan kembali terbakar juga terus dipantau.

Sebagian besar titik api di lokasi tersebut berhasil dipadamkan. Namun, karakteristik lahan gambut membuat bara harus diantisipasi karena api dapat kembali muncul dari bagian bawah permukaan.

Petugas menduga kebakaran di Desa Temberan berasal dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Pemeriksaan telah dilakukan dan sisa tumpukan sampah yang diduga dibakar diamankan. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta kemungkinan adanya unsur pidana.

Penanganan di tiga wilayah tersebut menunjukkan ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir meski sebagian titik api telah padam. Kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada lahan gambut dan perkebunan yang kering.

Polres Bengkalis mengimbau masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan keberadaan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran kepada petugas.

Hingga Senin sore, 17 Agustus 2026, kondisi di tiga lokasi secara umum aman dan terkendali. Tim gabungan tetap melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul.