HUT ke-81 RI di Kodam VI/Mulawarman Dirayakan Lewat Singing Competition “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih”

HUT ke-81 RI di Kodam VI/Mulawarman Dirayakan Lewat Singing Competition “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih”

Balikpapan, Satuju.com — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kodam VI/Mulawarman tahun ini hadir dengan nuansa berbeda. Semangat kemerdekaan dikemas melalui sebuah kompetisi musik bertajuk “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, keberanian, dan semangat berkarya.

Panggung kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan kelompok usia. Anak-anak, remaja, hingga peserta dewasa tampil dengan membawa karakter vokal dan pengalaman masing-masing, menghadirkan gambaran keberagaman Indonesia dalam sebuah panggung seni.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Krido Pramono mengatakan, semangat kebangsaan tidak semestinya hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, seni dan budaya juga dapat menjadi sarana bagi generasi penerus untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melangkah untuk memberikan yang terbaik. Tidak hanya melalui profesi di bidang militer, polisi, perusahaan atau pemerintahan, tetapi juga melalui seni dan budaya,” ujar Krido Pramono kepada awak media, Kamis (20/8/2026).

Tema “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” menjadi pesan utama dalam kompetisi tersebut. Krido memaknai tema itu sebagai ajakan agar semangat kemerdekaan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui karya dan tindakan nyata.

Kompetisi tersebut turut menghadirkan dewan juri dari kalangan musisi dan pelaku hiburan. CongQ Perwira dipercaya sebagai Ketua Dewan Juri, bersama Tiwi T2, Dodit Mulyanto, dan Shakira Idol. Mereka menilai peserta berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas vokal, interpretasi lagu, penampilan, hingga karakter masing-masing peserta.

Menariknya, kompetisi tidak hanya menghadirkan lagu-lagu yang telah populer di masyarakat. Dua lagu ciptaan Krido Pramono, yakni “Terus Melangkah” dan “Cinta yang Harus Kumiliki”, juga menjadi bagian dari lagu pilihan yang dibawakan para peserta.

Karena itu, tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencapai nada tertentu. Mereka juga dituntut memahami karakter lagu, mengatur dinamika vokal, membangun emosi, serta menghadirkan interpretasi personal agar penampilan memiliki identitas tersendiri.

Penjurian Berlangsung Ketat

Keragaman peserta membuat proses penjurian berlangsung cukup ketat. CongQ Perwira mengakui, menentukan peserta terbaik bukan pekerjaan mudah karena banyak penampil yang memiliki keunggulan masing-masing.

Hal serupa dirasakan Dodit Mulyanto. Menurutnya, kualitas suara bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil penilaian. Penghayatan, improvisasi, dan kemampuan membangun hubungan emosional dengan lagu juga menjadi bagian penting dalam sebuah penampilan.

Sejumlah peserta bahkan mampu memberikan kejutan melalui improvisasi dan penghayatan yang kuat. Perpaduan antara teknik vokal dan emosi membuat lagu yang dibawakan tidak sekadar terdengar sebagai sebuah pertunjukan, tetapi mampu menghadirkan pengalaman yang dirasakan oleh penonton maupun juri.

Sementara itu, Tiwi T2 memberikan perhatian khusus kepada peserta kategori anak-anak. Menurutnya, keberanian tampil di hadapan juri dan penonton menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.

Para peserta cilik dinilai tidak sekadar datang untuk menyanyikan sebuah lagu. Mereka telah mempersiapkan diri dengan mempelajari struktur lagu, menentukan bagian yang perlu diberikan penekanan, serta menyesuaikan pembawaan dengan karakter vokal masing-masing.

Penampilan Arghan Lestaluhu Jadi Sorotan

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika Arghan Lestaluhu tampil di atas panggung. Peserta dengan keterbatasan penglihatan tersebut menunjukkan keberanian dan kemampuan untuk tampil di hadapan juri serta penonton.

Penampilan Arghan mendapat perhatian khusus dari Krido Pramono. Semangat dan perjuangan peserta tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Sebagai bentuk apresiasi, Krido kemudian memberikan hadiah umrah bagi orang tua Arghan serta sebuah laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.

Momen tersebut memberikan warna tersendiri dalam kompetisi. Panggung yang semula menjadi arena untuk mencari penampilan terbaik berkembang menjadi ruang untuk mempertemukan musik, kemanusiaan, apresiasi, dan harapan.

Pesan “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” pun terasa semakin nyata. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui kesempatan bagi setiap orang untuk berkembang, berkarya, dan memperoleh dukungan dalam mengejar potensi yang dimiliki.

Kemerdekaan Dirayakan dengan Beragam Kegiatan

Semarak HUT ke-81 RI di lingkungan Kodam VI/Mulawarman tidak berhenti pada kompetisi bernyanyi. Berbagai kegiatan lain turut digelar untuk memperkuat suasana kebersamaan, salah satunya lomba tarik tambang yang melibatkan anggota TNI.

Kegiatan tersebut menghadirkan suasana kompetitif sekaligus penuh keakraban. Hiburan semakin meriah dengan kehadiran Fajar Sadboy dan Liling Sugeha yang menghibur peserta maupun penonton.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kompetisi, seni musik, hiburan, hingga kebersamaan dan solidaritas.

Pada akhirnya, Singing Competition “Teruslah Melangkah untuk Merah Putih” tidak hanya meninggalkan cerita tentang siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, panggung tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, semangat berkarya, dan kepedulian terhadap sesama.

Semangat kemerdekaan pun kembali diingatkan melalui pesan sederhana: perjalanan Merah Putih akan terus berlanjut selama generasi penerus bangsa memiliki keberanian untuk terus melangkah.


BERITA TERKAIT