Lance Stroll Kritik Power Unit Honda Aston Martin: “Rasanya Seperti Untung-Untungan”
Lance Stroll
Jakarta, Satuju.com — Pembalap Aston Martin, Lance Stroll, menilai peningkatan Power Unit Honda yang digunakan pada Grand Prix Formula 1 Belanda belum memberikan kemajuan yang berarti. Ia bahkan menyebut pengendalian karakteristik mesin tersebut terasa seperti sebuah “lotere” setelah menjalani sesi kualifikasi di Sirkuit Zandvoort.
Aston Martin mendapatkan versi terbaru Power Unit Honda saat balapan Formula 1 Belanda. Mesin tersebut sebelumnya telah menjalani debut lintasan dalam sesi pengambilan gambar di Hungaria pada bulan lalu dan diharapkan dapat memberikan peningkatan performa bagi waktu.
Namun, debut kompetitif Power Unit terbaru itu belum sesuai harapan. Kedua pembalap Aston Martin, Lance Stroll dan Fernando Alonso, gagal melewati segmen pertama kualifikasi, baik pada Sprint Qualifying maupun kualifikasi Grand Prix.
Stroll yang menempati posisi ke-19 dalam kualifikasi mengatakan performa sasis Aston Martin sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, persoalan utama kini justru berada pada aspek tenaga dan pengendalian karakteristik Power Unit Honda.
“Menurut saya tidak terlalu banyak. Mungkin ada sedikit peningkatan, tapi masih jauh dari cukup,” ujar Stroll.
"Dari sisi sasis, menurut saya kinerja kami cukup bagus. Kami telah membuat kemajuan besar di Budapest. Kini, aspek pengendalian dan tenaga mesin adalah hal berikutnya yang benar-benar perlu kami Benahi."
Berjalan Keluhkan Engine Braking
Stroll juga mengungkapkan permasalahan yang dirasakan saat mengendalikan mobil. Menurutnya, karakteristik Power Unit Honda terbaru masih belum memberikan respon yang konsisten, terutama ketika mobil memasuki tikungan.
"Tidak bagus, tidak bagus. Rasanya seperti untung-untungan," kata Stroll.
"Saat ini, kami tidak mendapatkan efek engine brake yang konsisten saat memasuki tikungan, dan sering terjadi reject downshifts—kegagalan saat menurunkan gigi. Jadi ya, ada banyak masalah."
Keluhan tersebut menjadi perhatian Aston Martin karena kemampuan pengendalian Power Unit sangat berpengaruh terhadap performa mobil ketika memasuki dan keluar dari tikungan. Ketidakstabilan respon mesin dapat membuat pembalap kesulitan mendapatkan ritme yang konsisten selama satu putaran.
Alonso Sebut Hasil Kualifikasi “Luar Biasa”
Fernando Alonso juga gagal membawa Aston Martin melaju ke babak berikutnya. Pembalap asal Spanyol tersebut harus puas menempati posisi ke-18 dalam kualifikasi di Zandvoort.
Alonso terpaut lebih dari satu detik dari catatan waktu tercepat di Q1. Meski hasil tersebut jauh dari target tim, Alonso secara ironis menyebut pencapaiannya sebagai sesuatu yang “luar biasa”.
Alonso juga sependapat dengan Stroll mengenai persoalan Power Unit Honda. Ia tidak memperkirakan akan ada perubahan signifikan dalam waktu dekat dan menyebut peningkatan berikutnya lebih mungkin terjadi menjelang Grand Prix Italia di Monza.
“Sayangnya, dari sisi teknis di lintasan, tidak banyak yang bisa kami lakukan,” ujar Alonso, yang sebelumnya juga mengeluhkan masalah Power Unit saat Sprint Qualifying.
Menurut Alonso, Aston Martin kini harus mengandalkan perubahan yang dilakukan di pabrik, termasuk kemungkinan pembaruan perangkat lunak maupun pengembangan teknis lainnya.
"Kami harus mengandalkan perubahan besar di pabrik, pembaruan perangkat lunak, atau apa pun langkah yang diperlukan. Ini harus datang dari Jepang, jadi prosesnya tidak bisa selesai dalam waktu singkat," katanya.
Alonso menilai Monza menjadi salah satu momen penting bagi Aston Martin untuk mendapatkan peningkatan performa berikutnya. Menurutnya, masih terdapat potensi beberapa puluh detik yang dapat dioptimalkan dari keseluruhan paket mobil.
"Lebih ke arah Monza, di situlah kami perlu melakukan satu langkah kemajuan lagi. Masih ada potensi peningkatan waktu sekitar beberapa puluh detik yang bisa dioptimalkan dari paket mobil tersebut," ujar Alonso.
Kritik dari kedua pembalap tersebut menunjukkan bahwa Aston Martin masih memiliki pekerjaan besar untuk mengoptimalkan Power Unit Honda terbaru. Meski sasis dinilai telah mengalami kemajuan, masalah tenaga, engine brake, dan respon perpindahan gigi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum memasuki balapan-balapan berikutnya.
