Acai Menata Kucing Gila Bengkalis, Kawasan yang Dulu Dianggap Angker

Bengkalis, Satuju.com - Kucing Gila Bengkalis di Dusun Tamansari, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, punya cerita panjang di tengah masyarakat. Kawasan hutan dan perkebunan itu dulu dikenal sepi, minim penerangan, dan sering dikaitkan dengan cerita tentang orang bunian.

Kini, wajah kawasan tersebut berubah. Sejumlah bagian lahan dibersihkan dan ditata setelah Acai mengambil alih pengelolaan kawasan itu. Semak belukar yang sebelumnya menutup sebagian area mulai dibersihkan secara berkala. Lahan juga dimanfaatkan untuk tanaman sawit.

Acai mengatakan dirinya membeli kawasan tersebut pada tahun 2012.

"iya saya beli kawasan itu sejak tahun 2012," jelasnya.

Sejak itu, ia melakukan pengaturan terhadap lingkungan sekitar. Pembersihan tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi menjadi bagian dari perawatan kawasan.

Perubahan tersebut membuat suasana Kucing Gila tidak lagi seperti gambaran yang selama ini berkembang di tengah warga. Kawasan yang sebelumnya terlihat gelap dan kurang terawat kini lebih terbuka dan terang.

Kucing Gila sendiri bukan sekedar nama sebuah kawasan. Di masyarakat Bantan, lokasi tersebut melekat dengan cerita mengenai orang bunian ataumakhluk halus.

Cerita yang beredar menyebut orang yang masuk ke kawasan itu bisa tersesat. Sebagian besar warga bahkan mengaku pernah mendengar kisah tentang keberadaan sebuah kota besar dan rapi di lokasi tersebut.

Tidak ada bukti yang memastikan cerita itu. Namun, kisah tersebut telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat yang berkembang di sekitar kawasan Kucing Gila.

Kondisi lingkungan pada masa lalu ikut membuat cerita tersebut semakin kuat. Jalan yang sepi, semak belukar, serta minimnya penerangan membuat warga lebih berhati-hati ketika melintas, terutama pada malam hari.

Bang Atan, warga Pulau Bengkalis, mengingat bagaimana orang-orang tua dahulu memberikan pesan khusus ketika melintasi kawasan tersebut.

“memang benar dulu nya kawasan itu angker, kalau lewat situ, Orang-orang tua dulu ngasi tahu, kalau naik Kenderaan bermotor jangan lupa klakson,” ujarnya, Selasa, 24 Agustus 2026.

Menurut dia, berbagai cerita tentang kejadian di sekitar kawasan tersebut dahulu cukup sering terdengar. Kendaraan mengalami ban bocor hingga kerusakan ketika melintas menjadi bagian dari cerita yang berkembang di masyarakat.

“Dululah Bang, sering kejadian disitu, Ban bocor, rusak, banyak lah kejadian kawasan mau melewati area situ, sekarang alhamdulillah lah Bang, tidak ada lagi jejadian seperti dulu,” ujarnya.

Perubahan Kucing Gila kini lebih mudah dilihat dari kondisi fisiknya. Kawasan yang dahulu identik dengan kesan terbengkalai mulai mendapat perawatan dan pengelolaan.

Acai tidak mengubah cerita yang sudah melekat di masyarakat. Ia justru mengubah lanskap tempat cerita itu berkembang.

Hutan dan perkebunan yang dulunya dianggap menakutkan kini menjadi lahan yang lebih terbuka, bersih, dan terawat. Bagi warga, perubahan kondisi tersebut menjadi pembeda paling nyata antara Kucing Gila hari ini dan kawasan yang mereka kenal pada masa lalu.

Cerita tentang orang bunian mungkin tetap hidup sebagai bagian dari cerita rakyat masyarakat Bantan. Namun di balik cerita itu, Kucing Gila kini menghadirkan wajah berbeda setelah bertahun-tahun dikenal sebagai kawasan sepi dan penuh cerita.