Iran Temukan Cadangan Gas Baru di Fars, Diklaim Mampu Pasok South Pars Selama 15 Tahun
Iran
Teheran, Satuju.com — Iran mengumumkan penemuan ladang gas baru di Provinsi Fars, wilayah selatan negara tersebut. Cadangannya diperkirakan mencapai lebih dari 7,5 triliun kaki kubik (Tcf), dengan sekitar 5,7 Tcf di masing-masingnya dapat dieksploitasi.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengungkapkan temuan tersebut pada Minggu (23/8). Ia mengatakan penemuan itu menjadi tambahan penting bagi sumber daya hidrokarbon Iran, di tengah upaya pemerintah mengidentifikasi dan mengembangkan energi baru.
Paknejad menyebut jumlah gas yang dapat dieksploitasi dari ladang tersebut setara dengan pasokan kebutuhan satu fase ladang gas South Pars selama kurang lebih 15 tahun.
Menurutnya, gas yang ditemukan merupakan jenis “gas manis”, sehingga proses pengembangan dan pengoperasiannya diperkirakan membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan jenis gas yang memiliki kandungan pengotor lebih tinggi.
Selain gas cadangan, ladang tersebut juga disebut mengandung gas kondensat dalam jumlah signifikan. Potensi tersebut diperkirakan dapat menciptakan kekayaan baru bagi Iran senilai puluhan miliar dolar.
Penemuan ini menjadi kabar penting bagi sektor energi Iran, terutama di tengah situasi geopolitik yang masih bergejolak. Iran dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya meneken nota kesepahaman (MoU) pada bulan Juni sebagai kerangka menuju pencegahan konflik militer secara menyeluruh.
Namun, proses perundingan selanjutnya mengalami hambatan akibat perbedaan pandangan mengenai implementasi kesepakatan serta aturan navigasi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran strategis dunia karena merupakan rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke pasar internasional. Penemuan cadangan baru di Fars pun berpotensi memperkuat posisi Iran dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya energinya di tengah dinamika kawasan tersebut.
