Video Lama Najwa Shihab dan Hengki Haryadi Kembali Jadi Sorotan, Ada Cerita Hercules di Baliknya
Video Lama Najwa Shihab dan Hengki Haryadi
Jakarta, Satuju.com – Sebuah video wawancara lama antara Najwa Shihab dan Hengki Haryadi kembali menarik perhatian publik setelah nama Rosario de Marshal alias Hercules kembali menyebutkan dalam pemberitaan terkait kericuhan di kawasan Slipi-Palmerah, Jakarta Barat, pada 27 Agustus 2026.
Video tersebut merupakan rekaman wawancara dalam program Mata Najwa pada pertengahan tahun 2014. Ketika itu, Najwa Shihab berbincang dengan Hengki Haryadi yang masih menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Barat.
Nama Hengki kala itu cukup dikenal dalam pemberitaan kepolisian karena rekam jejaknya dalam menangani kasus yang melibatkan Hercules dan sejumlah anak buahnya.
Hengki tercatat beberapa kali melakukan penangkapan terhadap Hercules. Salah satunya terjadi pada tahun 2013. Hercules kembali berkumpul dengan aparat pada tahun 2017 dan 2018 dalam kasus yang berkaitan dengan kekerasan, pemerasan hingga lahan pendudukan.
Rekam jejak tersebut membuat sosok Hengki dan Hercules seolah memiliki cerita panjang dalam dinamika penegakan hukum di Jakarta Barat.
Kini, masalahnya telah berubah. Hengki tidak lagi bertugas sebagai perwira cadangan di Jakarta Barat. Kariernya terus menanjak hingga menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).
Sejak Januari 2026, Hengki resmi menjabat sebagai Wakapolda Riau.
Di sisi lain, Hercules juga mengalami perubahan posisi dalam kehidupan publiknya. Ia kini dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya. Pada tahun 2023, Hercules pernah menyebut organisasi yang dipimpinnya memiliki sekitar 1,4 juta anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Nama Hercules Kembali Mencuat
Nama Hercules kembali menjadi perhatian setelah terjadi kericuhan di kawasan Slipi-Palmerah, Jakarta Barat, pada 27 Agustus 2026. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Di tengah situasi tersebut, beredar video di media sosial yang menampilkan sosok yang diduga Hercules berada di lokasi kejadian.
Namun informasi mengenai dugaan keterlibatan GRIB Jaya dalam kericuhan tersebut masih dalam pendalaman kepolisian. Publik juga diminta untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum kebenarannya dapat dipastikan.
Hercules sendiri mengakui bahwa dirinya datang ke lokasi. Namun, ia membantah memberikan instruksi kepada anggota GRIB Jaya untuk ikut membubarkan massa.
Dengan demikian, dugaan keterlibatan organisasi tersebut dalam kericuhan masih perlu menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Video Lama yang Mengingatkan pada Masa Lalu
Di tengah kemunculan kembali nama Hercules, video wawancara lama Najwa Shihab dan Hengki Haryadi pun kembali mengingatkan publik pada situasi lebih dari satu dekade lalu.
Dalam video tersebut, Hengki masih tampil sebagai seorang perwira yang bertugas di wilayah Jakarta Barat. Kala itu, penanganan terhadap Hercules menjadi salah satu bagian dari perjalanan kariernya sebagai polisi yang banyak bersentuhan dengan kasus-kasus kriminal dan kelompok massa.
Kini, setelah lebih dari satu dekade berlalu, posisi keduanya sudah jauh berbeda.
Hengki telah menjadi perwira tinggi Polri dan mengemban tugas sebagai Wakapolda Riau. Sementara Hercules tampil sebagai tokoh organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan anggota di berbagai wilayah.
Perubahan posisi tersebut membuat kembali beredarnya video lama itu menarik perhatian publik, terutama karena menampilkan salah satu potongan perjalanan Hengki ketika masih dihadapkan langsung dengan kasus-kasus yang melibatkan Hercules.
Kemunculan kembali rekaman tersebut juga menimbulkan pertanyaan hipotetis di tengah publik: bagaimana masalah jika Hengki saat ini masih bertugas di Jakarta ketika kericuhan Slipi-Palmerah terjadi?
Pertanyaan tersebut tentu sebatas perbandingan dengan rekam jejak masa lalu. Sebab, penanganan suatu perkara tetap bergantung pada situasi, bukti, kewenangan, serta hasil penyelidikan aparat pada saat kejadian.
Yang jelas, perjalanan karier Hengki Haryadi dan perjalanan umum Hercules menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Video lama itu kini menjadi pengingat bahwa dua nama yang pernah dihadapkan dalam konteks penegakan hukum di Jakarta tersebut telah menjalani perjalanan masing-masing selama lebih dari satu dekade.
