Marc Marquez Kembali ke Perburuan Gelar MotoGP 2026, Mandalika Masih Jadi Kekhawatiran
Marc Marquez
Jakarta, Satuju.com - Marc Marquez kembali menghidupkan peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Namun, di tengah performanya yang terus menanjak, pebalap Ducati tersebut justru mengaku menyimpan kekhawatiran menjelang balapan di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Marquez tampil impresif pada seri Aragon dengan menyapu bersih kemenangan. Hasil tersebut membuat juara dunia MotoGP tujuh kali itu semakin dekat dengan pemain klasemen sementara, Jorge Martin.
Marquez kini mengoleksi 237 poin dan menempati posisi kedua klasemen. Ia hanya terpaut 19 poin dari Martin yang berada di puncak. Sementara itu, Marco Bezzecchi terus membayangi di peringkat ketiga dengan raihan 232 poin.
Persaingan perebutan gelar dipastikan masih berlangsung panjang. MotoGP 2026 menyisakan sembilan seri atau 18 balapan yang masih bisa menjadi penentu perburuan gelar juara dunia.
Salah satu seri yang berpotensi krusial adalah MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Balapan tersebut menjadi putaran ke-17 dalam kalender MotoGP 2026.
Meski tengah berada dalam momentum positif, Marquez justru mengaku memiliki pengalaman kurang menyenangkan setiap kali berlaga di Indonesia.
“Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk [buatku], karena setiap tahun aku mendapatkan kenangan buruk dari sana,” ujar Marquez, dikutip dari Crash.
Pengalaman buruk tersebut membuat Mandalika menjadi salah satu sirkuit yang ingin diwaspadainya. Kendati mengatakan, Marquez tidak ingin terlalu memikirkan balapan yang masih cukup jauh dan memilih berkonsentrasi pada seri terdekat.
"Namun, selain itu, saya merasa baik-baik saja dengan sirkuit-sirkuit yang lain. Jadi balapan demi balapan. Sekarang, mari memulihkan tenaga dari balapan ini dan fokus ke Misano," katanya.
Kekhawatiran Marquez terhadap Mandalika bukan tanpa alasan. Dalam tiga edisi terakhir MotoGP Indonesia, pembalap asal Spanyol itu selalu gagal menyelesaikan balapan.
Mandalika bahkan menghadirkan salah satu kejadian yang cukup membekas bagi Marquez. Pada edisi tahun lalu, ia terlibat kecelakaan dengan Marco Bezzecchi yang membuatnya mengalami patah tulang selangka.
Cedera tersebut bahkan masih memberikan dampak hingga saat ini. Kondisi itu membuat MotoGP Mandalika seolah menjadi “kutukan” bagi Marquez.
Kini, dengan posisi yang semakin dekat dengan puncak klasemen, Marquez tentu memiliki target berbeda. Ia harus menjaga konsistensi dalam sembilan seri tersisa jika ingin kembali merebut mahkota juara dunia.
Namun sebelum memikirkan Mandalika, Marquez memilih fokus menghadapi seri demi seri. Persaingan dengan Martin dan Bezzecchi dipastikan semakin sengit, terutama karena selisih poin ketiganya masih sangat tipis.
