Bang Jopanda Menembus Dunia Hiburan dari Panggung Gereja hingga Layar Lebar
Bang Jopanda dunia hiburan.(poto/ist/Ysf)
Jakarta, Satuju.com - Bang Jopanda dunia hiburan menjadi gambaran perjalanan panjang seorang pekerja seni yang membangun karier dari bawah. Sebelum dikenal sebagai aktor, rapper, dan content creator, ia lebih dulu aktif dalam drama gereja dan paduan suara sejak kecil.
Langkah serius di industri hiburan dimulai ketika Bang Jopanda merantau ke Jakarta pada 2013. Selama sekitar empat tahun, ia menjalani berbagai peran sebagai figuran sebelum mendapat kesempatan tampil dalam sejumlah sinetron, FTV, hingga film layar lebar.
Perjalanan tersebut turut memperlihatkan kemampuannya di berbagai bidang. Selain berakting, Bang Jopanda mengembangkan kemampuan rap yang telah diasah sejak sekolah dasar. Bakat itu tumbuh dari lingkungan keluarga yang dekat dengan seni dan dukungan sang ayah.
Namanya semakin dikenal ketika menjadi host Bigo Live Indonesia pada 2017. Aksi freestyle rap menjadi salah satu ciri khas penampilannya. Setahun kemudian, ia masuk nominasi host "Ter-Rusuh" melalui konten yang dinilai unik dan interaktif.
Aktivitas Bang Jopanda kemudian meluas ke ranah digital. Sejak 2016, ia aktif sebagai content creator bersama komunitas Content Creator Malang (CCM). Dari komunitas tersebut, ia membangun kolaborasi dengan sejumlah YouTuber, selebgram, hingga DJ.
Pengalaman di industri hiburan juga membawanya ke Filipina pada akhir 2017. Di negara tersebut, ia terlibat sebagai talent dalam sejumlah produksi film lokal. Kesempatan itu terbuka melalui jaringan keluarga dari garis keturunan ibunya.
Di bidang musik, salah satu karya yang paling ia banggakan adalah lagu rap berjudul "Ku Akui" bersama Theo Arista. Lagu tersebut mengangkat pengalaman emosional ketika seseorang merasakan cinta secara penuh kepada orang yang dicintainya.
Bagi Bang Jopanda, karya itu menjadi gambaran sebuah fase pengabdian total kepada seseorang. Pengalaman pribadi menjadi salah satu sumber utama dalam proses penciptaan lirik.
Ia juga mengandalkan memori masa lalu, pengamatan terhadap lingkungan, serta imajinasi spontan ketika bepergian sebagai bahan menulis lagu. Dalam mengembangkan permainan kata, ia mengaku mendapat inspirasi dari gaya khas Vicky Prasetyo.
Sementara di media sosial, Bang Jopanda memilih konsep konten yang mengalir mengikuti aktivitas sehari-hari. Konten tersebut sekaligus menjadi dokumentasi perjalanan hidup dan ruang untuk mengevaluasi diri bersama para pengikutnya.
Di luar aktivitas pribadi, ia ikut membangun komunitas Solidarity Squad Malang Raya bersama Steven Valerian di bawah arahan Vicky Prasetyo.
Kini, Bang Jopanda kembali memperluas kiprahnya di perfilman. Ia tengah menggarap proyek film layar lebar bersama aktor, produser, dan sutradara Mathew Strumman melalui Strum Production dan Yayasan D'Mart Thitiek Tengger.
Dalam perjalanan tersebut, ia mendapat dukungan dari manajernya, Tygor Saragih, serta kedua orang tua dan dua adik perempuannya. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membuatnya terus menjaga langkah di tengah persaingan industri hiburan.
Perjalanan dari panggung drama gereja, figuran sinetron, dunia rap, konten digital, hingga proyek layar lebar menunjukkan bagaimana Bang Jopanda membangun karier melalui proses panjang dan lintas bidang.(Ysf)
