10 Buah yang Bisa Membantu Melancarkan BAB dan Mengatasi Sembelit

Ilustrasi alpukat.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com — Sembelit atau sulit buang air besar (BAB) dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kelancaran pencernaan adalah dengan memperhatikan asupan makanan, termasuk memperbanyak konsumsi buah-buahan yang mengandung serat dan udara.

Serat membantu menambah volume sekaligus memperbaiki tekstur feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sementara itu, asupan cairan yang cukup turut mendukung fungsi saluran pencernaan.

Berikut sejumlah buah yang dapat menjadi pilihan untuk membantu melancarkan BAB:

1. Pir

Pir mengandung serat larut dan tidak larut yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kandungan tersebut dapat membantu memperbaiki tekstur feses dan mendukung pergerakannya di dalam usus.

Pir juga memiliki kandungan udara yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung hidrasi.

2. Alpukat

Selain dikenal sebagai sumber lemak sehat, alpukat juga mengandung serat. Serat tersebut dapat membantu meningkatkan volume feses sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Tekstur alpukat yang lembut membuatnya mudah dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian.

3. Buah Naga

Buah naga, baik yang berdaging merah maupun putih, mengandung serat dan air yang dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan.

Kombinasi serat dan cairan dalam pola makan dapat membantu menjaga feses tetap lebih lembut serta mendukung pergerakan usus.

4. Kiwi

Kiwi merupakan salah satu buah yang mengandung serat dan dapat membantu mendukung aktivitas sistem pencernaan.

Konsumsi kiwi sebagai bagian dari pola makan seimbang juga dapat membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus dan mendukung keteraturan BAB.

5. Apel

Apel mengandung serat, termasuk pektin, yang dapat mendukung fungsi saluran pencernaan. Kandungan serat pada apel juga membantu menambah massa feses.

Untuk mendapatkan serat lebih banyak, apel dapat dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci dengan baik.

6. Jeruk Bali

Jeruk bali mengandung serat dan memiliki kandungan udara yang cukup tinggi. Keduanya dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.

Buah ini dapat dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian untuk membantu memenuhi kebutuhan serat dan cairan tubuh.

7. Buah Berry

Berbagai jenis berry, seperti raspberry dan blackberry, dikenal memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Serat tersebut membantu menambah volume feses dan mendukung proses BAB.

Berry juga mengandung berbagai senyawa antioksidan sehingga dapat menjadi pilihan camilan buah dalam pola makan sehat.

8. Pangkas

Prune atau buah plum yang dikeringkan telah lama dikenal sebagai salah satu makanan yang dapat membantu mengatasi sembelit.

Selain mengandung serat, Prune memiliki senyawa alami yang dapat membantu merangsang pergerakan usus. Meski begitu, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan karena buah kering umumnya mengandung gula yang lebih nyaman.

9. Jus Buah

Jus buah dapat menjadi pilihan untuk menambah asupan buah dan cairan. Namun, jika tujuan utamanya meningkatkan asupan serat, buah utuh umumnya lebih baik dibandingkan jus yang disaring.

Jika memilih jus, sebaiknya hindari penambahan gula secara berlebihan agar manfaat buah tetap optimal sebagai bagian dari pola makan sehat.

10. Buah Kering

Selain prune, berbagai buah kering dapat menjadi sumber serat yang praktis. Kandungan seratnya dapat membantu meningkatkan volume feses dan mendukung kelancaran BAB.

Namun, buah kering biasanya memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih bertenaga dibandingkan buah segar. Oleh karena itu, konsumsinya sebaiknya tetap dalam porsi yang wajar.

Tidak Hanya Mengandalkan Buah

Konsumsi buah kaya serat dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, namun kelancaran BAB juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Asupan udara yang cukup, aktivitas fisik, serta pola makan seimbang juga penting untuk membantu mencegah sembelit.

Jika sembelit berlangsung terus-menerus, sangat mengganggu aktivitas, atau disertai gejala seperti darah pada feses, nyeri perut hebat, muntah, atau penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.