Bengkalis Tembus Lima Besar Nasional Parasamya Karya Kencana 2026
Bengkalis Tembus Lima Besar Nasional Parasamya Karya Kencana 2026
Bengkalis, Satuju.com — Kabupaten Bengkalis mengikuti tahapan presentasi dan wawancara Apresiasi Parasamya Karya Kencana Tingkat Nasional Tahun 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam meningkatkan kualitas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), khususnya pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Bengkalis berhasil masuk penghargaan lima besar tingkat nasional Regional II mewakili Provinsi Riau.
Bengkalis bersaing dengan empat daerah lainnya, yakni Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat; Kabupaten PALI, Sumatera Selatan; Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan; serta Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Tahapan penilaian dibuka oleh pihak Kemendukbangga RI sekitar pukul 09.00 WIB melalui pertemuan virtual Zoom. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Kemendukbangga Provinsi Riau MHD. Irzal, Kepala Disdalduk KB Kabupaten Bengkalis Paulina, Sekretaris Disdalduk KB Imelda, serta sejumlah pejabat dan tenaga fungsional terkait.
Diantaranya Kabid Keluarga Berencana Wan Zulkarnanda, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Yuli Fitriana, Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Ners. Mairina AS, serta pejabat fungsional Disdalduk KB Kabupaten Bengkalis.
Pada sesi presentasi yang berlangsung pukul 14.30 WIB, Kepala Disdalduk KB Kabupaten Bengkalis Paulina memaparkan berbagai kebijakan, strategi, inovasi dan pencapaian pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Paparan tersebut mencakup upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan pelayanan bersama keluarga berencana, penguatan sinergi lintas sektor, pemberdayaan, serta berbagai inovasi pelayanan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dinilai dari Inovasi hingga Dampak Program
Selain presentasi, tim penilai juga melakukan pendalaman melalui sesi wawancara. Tahapan ini ruang menjadi bagi tim penilai untuk menggali lebih jauh komitmen pemerintah daerah, implementasi program, pelayanan inovasi, pencapaian indikator kinerja, hingga kemiskinan program yang telah dijalankan.
Aspek kualitas pelayanan, inovasi, kinerja, serta dampak program terhadap masyarakat menjadi sejumlah indikator penting dalam penilaian Apresiasi Parasamya Karya Kencana.
Paulina menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Bengkalis tidak terlepas dari dukungan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni serta kolaborasi berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut melibatkan perangkat daerah, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, kader, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.
Menurutnya, sinergi lintas sektor tersebut menjadi kekuatan dalam pelayanan masyarakat agar tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Kasmarni: Penghargaan Harus Jadi Motivasi
Terpisah, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni mengatakan keikutsertaan Kabupaten Bengkalis dalam penilaian tingkat nasional harus menjadi momentum untuk terus memperkuat kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk menghadirkan pelayanan Program Bangga Kencana yang semakin berkualitas, mudah diakses, merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Prestasi bukan sekedar penghargaan, namun menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mewujudkan keluarga yang berkualitas menuju masyarakat Kabupaten Bengkalis yang sejahtera,” kata Kasmarni.
Melalui tahapan presentasi dan wawancara tingkat nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat praktik baik dan berbagai inovasi Program Bangga Kencana secara berkelanjutan.
Keikutsertaan Bengkalis dalam lima besar nasional sekaligus menjadi momentum untuk memulai dan meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana serta pembangunan keluarga agar semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
