Pelatihan MPM-CPIB Dorong Pembudidaya Ikan Tapsel Naik Kelas

Kadis Perikanan, Saiful A. P. Nasution bersama dengan narasumber dan para peserta pelatihan MPM-CPIB.(poto/ist)

Padangsidimpuan, Satuju.com – Pelatihan MPM-CPIB Tapanuli Selatan diarahkan untuk meningkatkan kompetensi pembudidaya sekaligus memperkuat standar mutu produksi benih ikan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Dinas Perikanan Daerah menggelar pelatihan Manajer Pengendali Mutu–Cara Pembenihan Ikan yang Baik (MPM-CPIB) di Balai Benih Ikan (BBI) Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Jae, Kota Padangsidimpuan.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 9–11 September 2026. Sebanyak 28 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 10 orang dari kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), tujuh orang dari BBI, empat penyuluh perikanan, serta pelaku usaha hatchery.

Dinas Perikanan menghadirkan Fatimah Sau, S.St.Pi., MP., analis Perikanan Budidaya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ditjen Perikanan Budidaya, Direktorat Prasarana dan Sarana. Narasumber lainnya yakni Ratih Mahargiani, S.Pi., M.Si., dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga yang memiliki kompetensi pengendalian mutu dalam kegiatan pembenihan ikan. Peserta mendapat materi mengenai penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), pengendalian mutu, dokumentasi, hingga aspek keamanan produk perikanan.

Fatimah Sau menjelaskan, pelatihan dan sertifikasi dibutuhkan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor perikanan, khususnya dalam penerapan standar mutu dan keamanan pangan.

“Program sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sektor perikanan, khususnya dalam penerapan standar mutu dan keamanan pangan. Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengendalian mutu dalam pembenihan ikan (CPIB) serta penerapan HACCP dalam industri pengolahan perikanan guna memastikan produk perikanan yang aman dan berkualitas tinggi,” paparnya.

Menurutnya, kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kegiatan usaha sehingga mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan sekaligus mendukung keberlanjutan industri yang bermutu dan aman.

Perkuat Peran Pokdakan

Kepala Dinas Perikanan Daerah Tapanuli Selatan, Saiful Anwar Pardamean Nasution, S.Pi., M.M., mengatakan pelatihan MPM-CPIB tidak hanya menyasar peningkatan pengetahuan teknis. Pemerintah juga ingin memperkuat kapasitas Pokdakan, petugas, dan pelaku usaha pembenihan.

“Untuk memperkuat peran Pokdakan serta peningkatan kapasitas petugas hingga pelaku usaha pembenihan serta mempersiapkan personel pengendali mutu yang kompeten dalam penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) di Kabupaten Tapanuli Selatan,” jelasnya.

Saiful menilai potensi perikanan budidaya di Tapanuli Selatan perlu diikuti peningkatan kapasitas pelaku usaha. Karena itu, pembudidaya didorong meninggalkan pola pengelolaan secara manual menuju pengelolaan yang lebih profesional.

“Dengan adanya pelatihan MPM-CPIB ini, para pelaku pembudidaya perikanan diharapkan bisa bangkit karena sudah dilatih dan dibekali ilmu oleh narasumber yang memiliki kompetensi,” lanjutnya.

Saiful berharap pelatihan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan produksi benih yang bermutu dan bersertifikasi di Tapanuli Selatan.

“Bersama tingkatkan mutu perbenihan unggul untuk mewujudkan perikanan Tapanuli Selatan yang bangkit, berdaya saing, profesional, dan berkelanjutan, mendukung swasembada ikan,” ujarnya.

Dari Pembenihan Manual Menuju Manajerial

Respons positif datang dari peserta. Budi Abdullah Umar Lubis, perwakilan Pokdakan Sitappa Simatoras, mengapresiasi Dinas Perikanan Tapanuli Selatan yang memfasilitasi pelatihan dengan menghadirkan narasumber dari kementerian dan lembaga pelatihan perikanan.

“Apresiasi dan rasa terima kasih kami atas terselenggaranya kegiatan ini dengan menghadirkan langsung narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ditjen Perikanan Budidaya, Direktorat Prasarana dan Sarana, dan dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Budi mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi pembudidaya yang selama ini masih mengandalkan metode pembenihan secara manual.

“Selama ini kami, pembudidaya perikanan, hanya melakukan pembenihan secara manual. Selama tiga hari ini, kami sudah dibimbing dan dilatih untuk menjadi manajer pengendalian mutu cara pembenihan ikan yang baik.”

Selain memperoleh pengetahuan teknis, peserta juga mendapat pemahaman mengenai penyusunan dokumentasi CPIB dan penerapannya.

“Dengan pelatihan ini, kami memperoleh bekal pengetahuan tentang Cara Pembenihan Ikan yang Baik, memahami teknik penyusunan dokumentasi CPIB dan penerapannya, serta mendapatkan pengakuan kompetensi melalui sertifikat pelatihan yang telah diikuti,” lanjutnya.

Budi berharap pelatihan tersebut menjadi titik perubahan bagi pembudidaya untuk meningkatkan tata kelola usaha.

“Mudah-mudahan kami dari pembudidaya manual menjadi pembudidaya manajerial atau naik kelas,” pungkasnya dengan rasa bangga.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta. Pemerintah daerah berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat memperkuat kualitas pembenihan, meningkatkan daya saing pembudidaya, serta mendukung pengembangan perikanan budidaya Tapanuli Selatan secara berkelanjutan.(Ardi Dongoran)


BERITA TERKAIT