JARDY Travel Gandeng BPRS, Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi
Poto bersama: JARDY Travel menggandeng BPRS Harum Hikmahnugraha untuk memperkuat ekosistem umrah melalui layanan jamaah dan keuangan syariah.(poto/ist)
JAKARTA, Satuju.com - JARDY Travel memperkuat langkah membangun ekosistem umrah terintegrasi melalui kerja sama dengan PT BPRS Harum Hikmahnugraha. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Santika Garut, Jawa Barat, baru-baru ini.
MoU ditandatangani Direktur Utama PT Jardy Travel Indonesia Kuldip Singh bersama Direktur Utama PT BPRS Harum Hikmahnugraha Martono, S.E.
Penandatanganan berlangsung bersamaan dengan kegiatan manasik jamaah JARDY asal Garut. Momentum tersebut mempertemukan pelayanan jamaah dengan dukungan lembaga keuangan syariah dalam satu rangkaian kegiatan.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap persiapan perjalanan ibadah yang lebih terencana, aman, transparan, serta sesuai prinsip syariah.
Fokus pada Kebutuhan Jamaah
Kuldip Singh mengatakan kebutuhan jamaah tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan dan perjalanan ke Tanah Suci. Aspek pendampingan, kesiapan finansial, pelayanan, hingga rasa aman juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah.
“JARDY tidak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang memberangkatkan jamaah. Kami ingin membangun ekosistem perjalanan ibadah yang lebih lengkap, terpercaya, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut," ujarnya.
Menurut Kuldip, pelaksanaan manasik bersamaan dengan penandatanganan MoU memiliki arti strategis karena menunjukkan bahwa pengembangan bisnis tetap berjalan beriringan dengan pelayanan langsung kepada jamaah.
“Penandatanganan MoU ini berlangsung di tengah kegiatan manasik bersama jamaah dari Garut. Bagi kami, ini sangat bermakna. Di satu sisi kami membangun kemitraan strategis, dan di sisi lain kami tetap berada langsung bersama jamaah yang akan menjalankan perjalanan ibadah. Inilah semangat JARDY: bisnis harus tumbuh bersama pelayanan dan kepercayaan," katanya lagi.
Manasik menjadi bagian dari pembekalan jamaah sebelum keberangkatan. Materinya mencakup pemahaman rangkaian perjalanan, tata cara ibadah, kesiapan fisik dan mental, serta aspek teknis selama berada di Tanah Suci.
Bagi JARDY, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pra-keberangkatan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri jamaah.
Perkuat Peran Keuangan Syariah
Sementara itu, Martono menilai kerja sama dengan JARDY dapat membuka ruang lebih luas bagi pemanfaatan layanan keuangan syariah dalam mendukung kebutuhan masyarakat yang hendak menunaikan ibadah.
“Perjalanan ibadah membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk dari sisi finansial. Kami melihat kolaborasi dengan JARDY Travel Indonesia sebagai peluang untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, aman, transparan, dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah," ucapnya.
Ia menilai perkembangan ekonomi syariah membutuhkan keterhubungan antara lembaga keuangan, pelaku usaha, komunitas, dan sektor pelayanan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berkembang menjadi program-program nyata yang memberikan nilai tambah bagi jamaah, nasabah, dan masyarakat," kilahnya.
Bagi JARDY Travel Indonesia, kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan bisnis dari sekadar travel operator menuju ekosistem pelayanan perjalanan ibadah yang lebih terintegrasi.
Perseroan menilai industri Umrah dan Haji ke depan membutuhkan penyelenggara yang tidak hanya mampu memberangkatkan jamaah, tetapi juga memiliki pelayanan profesional, tata kelola kuat, serta jaringan mitra yang mendukung kebutuhan jamaah secara menyeluruh.
JARDY karena itu terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan syariah, komunitas, pelaku usaha, dan mitra strategis di daerah.
Pelaksanaan manasik jamaah Garut dalam rangkaian MoU tersebut juga menjadi bagian dari penguatan jaringan pelayanan JARDY di tingkat daerah.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme penyelenggara perjalanan ibadah, JARDY menempatkan kepercayaan, tata kelola, kenyamanan, keamanan, dan kesiapan manajemen sebagai bagian penting dalam pelayanan.
Melalui sinergi dengan BPRS Harum Hikmahnugraha, JARDY berharap terbentuk mata rantai pelayanan yang menghubungkan persiapan jamaah, perencanaan keuangan, perjalanan ibadah, hingga penguatan ekonomi syariah.
Kontributor: Lasman Simanjuntak
