Kehabisan Bahan Bakar, Raul Fernandez Sebut MotoGP San Marino Jadi Balapan Berat Secara Mental
Raul Fernandez
Jakarta, Satuju.com — Pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, mengaku mengikuti balapan yang sangat berat di MotoGP San Marino 2026. Persoalan konsumsi bahan bakar menjadi salah satu kendala utama yang membuatnya tidak bisa memacu motor secara maksimal.
Fernandez memang mampu mengamankan posisi keenam dalam balapan utama 27 lap di Sirkuit Misano. Namun hasil tersebut terasa kurang memuaskan karena ia harus mengatur konsumsi bahan bakar sejak awal balapan.
Fernandez finis 18,252 detik di belakang Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang. Padahal, pembalap asal Spanyol itu biasanya mampu tampil kompetitif dan kerap mengganggu dominasi Ducati di barisan depan.
Performa Aprilia sendiri memang jauh dari harapan di San Marino. Marco Bezzecchi yang sempat memimpin balapan harus terjatuh, sementara Jorge Martin juga gagal membawa RS-GP26 bersaing untuk meraih kemenangan.
Di kubu Trackhouse, Fernandez menjadi satu-satunya harapan utama. Namun, masalah tidak mudah sejak awal akhir pekan. Ia hanya mampu menempati posisi start ke-10 setelah kesulitan pada sesi kualifikasi dan kemudian finis ketujuh dalam balapan sprint.
Masalah semakin terasa pada balapan utama. Fernandez mengatakan konsumsi bahan bakar motornya meningkat lebih cepat dari perkiraan sehingga ia harus mulai melakukan penghematan sejak lap kedua atau ketiga.
"Balapan itu sangat menantang secara mental bagi saya. Pada hari Sabtu, setelah sprint, kami tahu bahwa ban depan akan menjadi masalah pada hari Minggu," kata Fernandez, dikutip Bolasport dari Speedweek.
“Namun kemudian ban di belakang saya juga terlalu panas, dan saya harus memastikan bahan bakar cukup hingga akhir balapan.”
Menurut Fernandez, kondisi tersebut membuat kesulitan menentukan bagian balapan mana yang bisa digunakan untuk menghemat bahan bakar.
“Mulai lap kedua atau ketiga, saya mulai mengaturnya. Itu sangat sulit karena kami tidak menyangka bahan bakar akan begitu cepat habis,” ujarnya.
"Di pertengahan balapan, saya tidak tahu di mana saya bisa menghemat bahan bakar. Jadi itu sangat berat secara mental bagi saya. Saya harus bertahan dan fokus pada larangan dan konsumsi bahan bakar," lanjutnya.
Fernandez kemudian menilai kemungkinan masalah tersebut terkait dengan apa yang terjadi pada kualifikasi. Ia menduga penggunaan bahan bakar yang cukup besar saat berusaha mendapatkan posisi mulai ikut mempengaruhi strategi balapnya.
“Saya pikir alasannya terletak pada kualifikasi,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam beberapa lap awal balapan, dirinya harus menggunakan banyak bahan bakar ketika berusaha melakukan manuver dan menyalip pembalap lain.
“Karena ketika Anda harus berjuang melewati balapan dan memacu motor seperti itu – dalam tiga atau empat lap pertama, saya menggunakan banyak bahan bakar dan memberi banyak tekanan di sisi kanan ban depan dan belakang saat mencoba menyalip,” jelas Fernandez.
Meski kecewa dengan kecepatan dan caranya harus menjalankan balapan, Fernandez tetap menganggap posisi keenam sebagai hasil yang cukup positif mengingat berbagai kendala yang menghadang.
“Itulah kunci balapan saya. Bagaimanapun, dalam balapan seperti ini, Anda harus mendapatkan hasil maksimal dari motor,” ujarnya.
“Saya cukup senang dengan hasilnya, tetapi tidak dengan kecepatan saya dan bagaimana saya harus menjalankan balapan. Itu bagian dari proses,” tutupnya.
