Purbaya “Happy” Mancing: Ketenangan Setelah Jabatan

Poto Ai hanya ilustrasi: Purbaya Yudhi Sadewa mengaku “Happy, bebas” setelah dicopot dari kursi Menteri Keuangan. Kini ia ingin pulang, memancing dan mencari ketenangan.(poto/ist/Ahmadie Thaha)

Satuju.com - Purbaya “Happy” Mancing. Begitulah gambaran suasana hati Purbaya Yudhi Sadewa sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan Menteri Keuangan. Setelah lama bergelut dengan tekanan pekerjaan dan persoalan kebijakan, ia kini ingin menikmati sesuatu yang sederhana: pulang dan mencari ketenangan.

“Happy, bebas,” kata Purbaya kepada wartawan.

Kalimat pendek itu menggambarkan perubahan suasana yang cukup kontras. Dari meja kerja Menteri Keuangan yang dipenuhi urusan APBN dan kebijakan fiskal, Purbaya kini membayangkan malam yang lebih tenang.

Ia bahkan menyebut ingin memancing ikan mujair atau nila di kolam belakang rumah.

Bagi Purbaya, kehilangan jabatan tidak serta-merta berarti kehilangan kehidupan. Setelah tidak lagi menjadi bendahara negara, ia justru ingin mengembalikan waktu yang selama ini tersita untuk pekerjaan.

Ketika wartawan mencoba menanyakan kemungkinan dirinya kembali menduduki jabatan publik, termasuk menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia, Purbaya tidak menunjukkan ketertarikan.

Ia memilih memancing.

Pilihan itu terasa sederhana di tengah besarnya jabatan yang baru saja ditinggalkan. Seorang pejabat yang sehari sebelumnya masih berada di pusat pengambilan kebijakan ekonomi kini berbicara tentang kolam, ikan dan waktu istirahat.

Namun, di balik kesederhanaan itu terdapat satu hal yang menarik: ketenangan.

Purbaya mengaku selama menjadi Menteri Keuangan pikirannya terus dipenuhi pekerjaan dan persoalan kebijakan. Karena itu, ketika jabatan berakhir, ia berharap bisa tidur lebih tenang.

Presiden Prabowo mengganti Purbaya pada 14 September 2026. Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pergantian berlangsung ketika Purbaya masih menjalankan tugas, termasuk mengikuti pembahasan APBN 2027. Pemerintah tidak menjelaskan secara rinci alasan pergantian tersebut.

Purbaya sendiri tidak mengaitkan pencopotannya dengan konflik tertentu. Ia menegaskan pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden dan menyatakan dirinya selalu mengikuti kebijakan Presiden.

Ia juga tidak menyebut adanya pertengkaran maupun gesekan dengan Presiden.

Bahkan, Purbaya mengaku sudah memperkirakan kemungkinan dirinya dicopot sekitar 50:50. Kepastian itu baru diterimanya melalui telepon ketika sedang mengikuti rapat di Senayan.

Kini, semuanya telah berlalu.

Purbaya memilih tidak memperpanjang cerita mengenai kursi yang ditinggalkannya. Ia tidak berbicara tentang strategi kembali ke pemerintahan. Tidak pula sibuk mempertahankan jabatan yang sudah selesai.

Ia ingin pulang.

Memancing.

Dan tidur lebih tenang.

Ada ironi kecil di sana. Jabatan yang bagi banyak orang merupakan puncak karier justru bisa menjadi sumber tekanan yang membuat seseorang kehilangan waktu untuk dirinya sendiri.

Purbaya mungkin telah kehilangan ruang kerja di Kementerian Keuangan. Tetapi ia mendapatkan kembali sesuatu yang tidak tercantum dalam struktur organisasi mana pun: waktu.

Waktu untuk duduk di tepi kolam. Waktu menunggu ikan menyambar umpan. Waktu untuk tidak memikirkan rapat, angka APBN atau tarik-menarik kebijakan.

Namun, ketenangan pribadi Purbaya tentu berbeda dengan pekerjaan negara yang ditinggalkannya.

Kebijakan fiskal tidak ikut pensiun. APBN tetap berjalan. Keputusan yang telah dibuat tetap memiliki konsekuensi dan harus dilanjutkan, dievaluasi atau dikoreksi oleh pejabat berikutnya.

Karena itu, kisah Purbaya bukan semata tentang seorang mantan menteri yang ingin memancing.

Ini juga tentang manusia yang sesekali ingin berhenti dari kebisingan kekuasaan.

Purbaya memilih joran, bukan jabatan.

Mungkin untuk sementara, ikan mujair dan nila di kolam belakang rumah lebih menarik baginya daripada kursi kekuasaan.

Dan di sana, ia berharap menemukan kembali sesuatu yang selama menjadi menteri sulit didapat: ketenangan.

Cak AT – Ahmadie Thaha
Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 16/9/2026