Kisruh Parkir Berujung Dugaan Intimidasi Pengusaha Laundry di Pekanbaru, Kemal Sebut Oknum Mengaku Agrinas
Oknum mengaku Agrinas.(poto/ist/Kemal/satuju.com)
Pekanbaru, Satuju.com – Persoalan parkir sebuah Toyota Fortuner di depan tempat usaha laundry di Jalan Putri Indah, Kios Nomor 5, Pekanbaru, berujung keributan. Pemilik laundry, Kemal, mengaku mendapat intimidasi dari sejumlah orang yang kemudian disebut membawa nama Agrinas.
Menurut Kemal, insiden bermula ketika sebuah Fortuner parkir di area persil yang digunakan sebagai tempat usaha laundry miliknya bersama istrinya, Lina. Salah seorang sopir kendaraan tersebut kemudian memindahkannya ke pinggir jalan.
Persoalan tak berhenti di sana. Kemal mengatakan terjadi cekcok setelah ia berhadapan dengan salah seorang dari rombongan tersebut.
Salah seorang yang disebut Kemal bahkan menunjuk-nunjuk dadanya sembari mengaku sebagai bagian dari BUMN.
“BUMN ini, lihat ini, mau ngapa dengan arogannya," kata Kemal menirukan ucapan orang tersebut kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis, 17 September 2026.
Keributan kemudian melibatkan beberapa orang lainnya. Kemal mengaku mendengar mereka menyebut nama Agrinas.
“Mereka yang tidak diketahui namanya, cuma mereka ada menyebut "Agrinas ini jangan macam-macam" dan mereka menyerang usaha loundry Lina dan Kemal sambil menendang kursi yang ada di Loundri tersebut.”
Kemal Mengaku Hendak Dipukul
Kemal mengatakan situasi semakin memanas ketika sejumlah orang masuk ke kios laundry. Ia mengaku ada upaya pemukulan terhadap dirinya.
“Mereka berusaha ingin memukul saya, lalu ditarik oleh istriya, supaya jangan melawan karena mereka sangat ramai dan bringgas mengancam saudara Kemal.”
Ia juga mengklaim beberapa orang menendang kursi yang berada di dalam tempat usahanya.
“Mereka masuk ke kios loundri saya, berusaha ingin memukul dan sambil menendang kursi yang ada tempat usaha loundry," jelas Kemal dengan nada kesal.
Kemal kemudian menunjukkan sejumlah foto kepada wartawan yang dikirim melalui WhatsApp. Menurut dia, foto itu memperlihatkan salah seorang yang menunjuk dadanya serta kendaraan yang digunakan rombongan tersebut.
“IIni yang nunjuk-nunjuk ke dadannya, dengan arogan BUMN, ini ada apa dan yang menyerang ke kios Loundri dan menendang kursi-kursi yang ada loundry ingin memukuli saya.”
Minta Aparat Tidak Membiarkan
Kemal berharap aparat penegak hukum menelusuri kejadian tersebut. Ia meminta pihak yang disebut dalam insiden memberikan penjelasan, terutama terkait penyebutan nama Agrinas.
“Saya masih simpan poto-potonya dengan jelas serta BM mobil mereka,” pungkas Kemal penuh harap.
Kemal juga meminta pihak yang menurutnya terlibat dalam insiden tersebut ditindak jika terbukti melakukan intimidasi atau kekerasan.
Namun, tudingan tersebut masih merupakan keterangan sepihak dari Kemal. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari orang-orang yang disebut terlibat maupun pihak Agrinas mengenai kejadian tersebut.
Redaksi juga belum memperoleh informasi mengenai laporan resmi Kemal kepada kepolisian. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait diperlukan untuk menguji rangkaian peristiwa tersebut secara utuh.
