Prabowo Ungkap Investasi Rp1.010 Triliun, Sebut Modal Besar Segera Masuk Indonesia

Prabowo Subianto.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia masih menjadi salah satu negara yang diminati investor. Ia menegaskan, aktivitas ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah melalui berbagai program besar.

Menurut Prabowo, investasi swasta menjadi salah satu sumber penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu tercermin dari realisasi investasi sepanjang semester I 2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan telah mencapai 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Investasi tersebut juga menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.

Sementara sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Prabowo menekankan, lapangan kerja tersebut merupakan dampak dari investasi, bukan berasal dari program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan,” tegas Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan melalui akun YouTube pribadinya, dikutip Kamis (17/9/2026).

Presiden juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan mendatang akan ada investasi dalam jumlah besar yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, investasi tersebut berpotensi membuka lebih banyak lapangan kerja.

"Jadi padahal ini gejolak global ya. Dan ini berapa minggu ke depan ya Anda tunggu saja. Karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo.

Keyakinan tersebut, lanjut dia, didasarkan pada pertemuannya dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia. Prabowo mengatakan para investor tersebut melihat fundamental ekonomi Indonesia sebagai salah satu pertimbangan untuk menambah modal.

“Saya sudah bertemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman,” katanya.

Prabowo kemudian menyinggung sejumlah indikator ekonomi makro yang menurutnya juga menjaga kepercayaan investor. Di antaranya tingkat inflasi, rasio utang, dan defisit anggaran.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia, 2,92%, Anda bayangkan," ujar Prabowo.

Ia juga membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain. Menurut Prabowo, defisit Indonesia masih berada di bawah 3 persen, sementara Filipina sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujarnya.

Untuk prospek jangka panjang, Prabowo menyebut perekonomian Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang mengatakan Indonesia dapat masuk peringkat ekonomi terbesar dunia pada tahun 2050.

“Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4.Dunia.Dalam tahun 2050, yaitu 25 tahun ke depan,” ucapnya.

Pemerintah, kata Prabowo, akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong masuknya investasi ke Indonesia.

Data BKPM menunjukkan, realisasi investasi semester I 2026 terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp502,9 triliun. Investasi di luar Pulau Jawa juga sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa, masing-masing Rp507,8 triliun dan Rp502,8 triliun.