Normalisasi Sungai Mengkapan Dikebut, PUPR Siak Gandeng BWSS III Cegah Banjir
Normalisasi Sungai Mengkapan Siak dilakukan PUPR bersama BWSS III untuk mengatasi pendangkalan, menjaga aliran air dan mengantisipasi banjir.(poto/ist/satuju.com)
SIAK, Satuju.com - Normalisasi Sungai Mengkapan Siak dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III. Langkah ini diarahkan untuk mengatasi pendangkalan sekaligus menjaga kelancaran aliran air di kawasan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Siak Ardi Irfandi mengatakan, pemerintah daerah berkolaborasi dengan BWSS III dalam pengerjaan normalisasi sungai. Alat berat berupa Excavator Amphibi PC 200 Longarm dikerahkan untuk melakukan pengerukan pada aliran Sungai Mengkapan dan wilayah sekitarnya.
“Dinas PUPR Kabupaten Siak berkolaborasi bersama BWSS III mengerahkan alat berat Excavator Amphibi PC 200 Longarm untuk normalisasi di aliran Sungai Mengkapan dan sekitarnya,” ujar Ardi kepada media.
Menurut Ardi, pendangkalan sungai dapat mengurangi kapasitas aliran dan menghambat pergerakan air. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sungai juga menjadi jalur aktivitas masyarakat, termasuk perahu sampan dan pompong atau kapal motor nelayan.
Karena itu, pengerukan tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi aliran sungai. Pemerintah juga menargetkan berkurangnya risiko genangan dan banjir ketika debit air meningkat akibat curah hujan tinggi.
Normalisasi dilakukan dengan menjaga kapasitas sungai agar tetap mampu mengalirkan air secara optimal. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan keamanan kawasan di sekitar aliran sungai.
Ardi mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kondisi sungai setelah proses normalisasi. Ia meminta warga tidak membuang sampah maupun material lain yang berpotensi menghambat aliran air.
“Mari bersama-sama kita jaga kebersihan sungai demi lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk kita semua".
Pemkab Siak berharap kerja sama dengan pemerintah pusat melalui BWSS III terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan di Kabupaten Siak.
Laporan: Zulfahmi, S.Pd.I
