Dulu Disorot Purbaya, Kini Suahasil Bilang: “Dirjen Bea Cukai Memang Mantap”

Poto Ai hanya ilustrasi: DIRJEN BEA CUKAI DITENGAH DIA WAJAH.(poto/ist/Lhynaa Marlinaa)

JAKARTA, Satuju.com - Penerimaan Bea Cukai menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Suahasil Nazara memuji kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dipimpin Djaka Budhi Utama. Apresiasi itu muncul ketika polemik perombakan pejabat Kementerian Keuangan era Purbaya Yudhi Sadewa masih bergulir.

Dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat, 18 September 2026, Suahasil menyebut penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Agustus mencapai Rp210,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi itu terdiri atas penerimaan cukai sebesar Rp148,7 triliun, bea masuk Rp36,4 triliun, dan bea keluar Rp25,1 triliun.

Kinerja pengawasan juga menunjukkan peningkatan. Hingga Agustus 2026, Bea Cukai mencatat 13.151 penindakan rokok ilegal, naik 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah rokok ilegal yang ditemukan mencapai sekitar 1,124 miliar batang.

Saat memaparkan capaian tersebut, Suahasil sempat berseloroh dengan Djaka mengenai jumlah batang rokok dalam satu bungkus.

Setelah Djaka menjawab pertanyaan tersebut, Suahasil melontarkan pujian:

“Ah, Dirjen Bea Cukai memang mantap.”

Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah Djaka terlibat dalam polemik perombakan pejabat Kemenkeu yang dilakukan Purbaya pada 10 September 2026.

Rotasi Pejabat Era Purbaya Masih Dibahas

Perombakan tersebut mencakup ratusan pejabat di lingkungan Kemenkeu, terutama pada Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto kemudian mengungkap adanya sejumlah nama yang disebutnya sebagai “nama-nama ajaib” dalam daftar rotasi.

Menurut Bimo, terdapat nama yang masuk dalam perombakan tanpa mengikuti rangkaian assessment dan talent management. Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu alasan Bimo dan Djaka meminta agar keputusan perombakan tersebut ditunda atau dibatalkan.

Persoalan itu belum langsung berakhir setelah Suahasil menggantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

Pada Jumat, 18 September, Suahasil menyatakan permintaan pembatalan perombakan tersebut masih dibicarakan. Sehari kemudian, laporan menyebut pembatalan keputusan itu memang mulai masuk pembahasan di Kemenkeu.

Dengan kondisi tersebut, capaian kinerja Bea Cukai dan polemik rotasi pejabat berjalan sebagai dua isu berbeda.

Di satu sisi, data penerimaan menunjukkan kinerja kepabeanan dan cukai hingga Agustus 2026 tumbuh positif. Di sisi lain, keputusan mengenai rotasi pejabat era Purbaya masih menunggu hasil pembahasan Suahasil.

Pujian Suahasil terhadap Djaka karena capaian DJBC tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan administratif terkait rotasi pejabat. Sebaliknya, polemik perombakan juga tidak menghapus data penerimaan dan penindakan yang telah dicatat DJBC.

Kini perhatian bergeser pada keputusan Suahasil terhadap perombakan pejabat tersebut. Apakah keputusan era Purbaya akan dipertahankan, diperbaiki, atau dibatalkan masih menunggu keputusan resmi Kementerian Keuangan.

Sumber: Konferensi Pers APBN KiTa, Kementerian Keuangan, 18 September 2026.

Catatan redaksi: Pernyataan dan angka dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan yang tersedia dari Kementerian Keuangan serta laporan media mengenai polemik rotasi pejabat.