Kadin Riau dan Pegadaian Siapkan MoU, UMKM Jadi Sasaran Kolaborasi
Poto Ai hanya ilustrasi: Kadin Riau dan Pegadaian menyiapkan MoU pada Rapimprov 24 September 2026 untuk memperluas kolaborasi dan dukungan bagi UMKM.(poto/ist/satuju.com)
Kadin Riau dan Pegadaian menyiapkan MoU pada Rapimprov 24 September 2026 untuk memperluas kolaborasi dan dukungan bagi UMKM.
PEKANBARU, Satuju.com - Kadin Riau dan Pegadaian menyiapkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dan membuka akses dukungan bagi pelaku UMKM serta dunia usaha di Riau.
Penjajakan kerja sama itu mengemuka dalam Coffee Morning, silaturahmi, dan sosialisasi program PT Pegadaian yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau di Graha Kadin Riau, Pekanbaru, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menjelang Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Riau pada 24 September 2026. Forum dimanfaatkan untuk memperkenalkan program Pegadaian sekaligus memetakan ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama.
Ketua Umum Kadin Riau Masuri, S.H. mengatakan pertemuan itu menjadi ruang bagi jajaran Kadin untuk mengenal lebih dekat Pegadaian sebagai salah satu mitra strategis.
“Silaturahmi dan saling mengenal mitra Kadin, yaitu PT Pegadaian. Nanti ada sosialisasi mengenai peran PT Pegadaian yang juga berperan besar dalam pembangunan Indonesia,” kata Masuri.
Menurut Masuri, Kadin memiliki peran dalam pembangunan ekonomi, kemitraan, serta pembinaan anggota. Karena itu, keterbukaan antara organisasi dunia usaha dan mitra strategis diperlukan untuk memperluas peluang kerja sama.
Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan slogan Kadin, yakni “Inklusif, Kolaboratif, Progresif”.
Pegadaian Dorong Literasi Aset dan Ekosistem Emas
Dalam pertemuan itu, Pegadaian memperkenalkan perkembangan bisnis bulion atau bullion serta pengembangan ekosistem layanan berbasis emas.
Sales BtoB Area Pekanbaru PT Pegadaian Dona Sartika melalui paparan bertajuk “Dua Jalan Menuju Masa Depan” menjelaskan pentingnya memahami karakter aset dalam menentukan keputusan keuangan.
Dona menggunakan ilustrasi dua orang, Tomo dan Tono, yang sama-sama memiliki dana Rp100 juta tetapi memilih aset berbeda. Tomo membeli emas, sedangkan Tono membeli mobil.
Ilustrasi tersebut menggambarkan perbedaan karakter aset yang berpotensi mengalami apresiasi nilai dengan aset yang umumnya mengalami depresiasi akibat penggunaan dan waktu.
“Keputusan finansial hari ini menentukan nilai kekayaan di masa depan,” papar Dona Sartika.
Pegadaian juga memperkenalkan layanan tabungan emas dan cicilan emas sebagai bagian dari pilihan finansial yang dapat dipertimbangkan masyarakat dan pelaku UMKM sesuai kebutuhan.
Soal Jaminan Tanah dan Bangunan
Diskusi turut menyentuh kebutuhan pembiayaan pelaku usaha. Nursyafri atau Iboenk dari Kadin Riau menanyakan kemungkinan rumah dan tanah digunakan sebagai barang jaminan di Pegadaian.
Pemimpin Wilayah Pekanbaru PT Pegadaian Agus Riyadi menjelaskan layanan gadai Pegadaian memiliki ketentuan terkait jenis barang yang dapat diterima sebagai jaminan.
“Pegadaian hanya boleh menerima jaminan barang bergerak. Jadi aset tanah dan bangunan tidak boleh secara hukum,” jelas Agus Riyadi.
Agus mengatakan pengembangan layanan Pegadaian tetap perlu diarahkan untuk memberikan dukungan kepada UMKM. Hal tersebut menjadi salah satu ruang yang memungkinkan Kadin dan Pegadaian memperluas bentuk kolaborasi.
MoU Dibawa ke Rapimprov Kadin Riau
Direktur Eksekutif Kadin Riau Kholis Romli mengatakan MoU antara Kadin Riau dan PT Pegadaian direncanakan berlangsung pada Rapimprov Kadin Riau, Kamis, 24 September 2026.
Rapimprov tersebut sekaligus bertepatan dengan HUT ke-58 Kadin. Penandatanganan MoU diharapkan menjadi tindak lanjut dari komunikasi dan penjajakan yang dilakukan kedua pihak.
Melalui kerja sama tersebut, Kadin Riau membuka ruang bagi anggota, UMKM, dan pelaku dunia usaha untuk memperoleh akses kolaborasi dengan mitra strategis.
Coffee Morning menjadi tahap awal untuk menyamakan pemahaman mengenai program Pegadaian sebelum kerja sama dituangkan lebih lanjut melalui MoU pada Rapimprov Kadin Riau.
